Ilustrasi bahan pangan. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi bahan pangan. (FOTO: MI/Ramdani)

Februari 2019, DKI Jakarta Inflasi 0,26%

Ekonomi inflasi bank indonesia
Eko Nordiansyah • 04 Maret 2019 11:17
Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta mencatat inflasi DKI Jakarta sebesar 0,26 persen pada Februari 2019. Capaian inflasi lebih tinggi dari capaian inflasi Januari 2019 sebesar 0,24 persen, nasional yang deflasi 0,08 persen, dan rata-rata inflasi pada Februari tiga tahun sebelumnya sebesar 0,21 persen.
 
"Di tengah turunnya harga-harga pangan di ibu kota, kenaikan harga biaya tempat tinggal dan tarif transportasi udara yang cukup signifikan, memberikan tekanan terhadap stabilitas harga secara umum," kata Kepala KPw BI DKI Jakarta Trisno Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.
 
Inflasi disumbangkan oleh kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, yang mengalami inflasi 0,56 persen. Harga sewa dan kontrak rumah di Jakarta mengalami kenaikan, seiring penyesuaian harga tahunan oleh pelaku usaha. Ini berbeda dengan 2018, yang pada dua bulan pertama tidak mengalami kenaikan harga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di tengah penurunan harga avtur nasional karena rendahnya harga minyak dunia, harga tiket pesawat tetap mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kenaikan permintaan jasa transportasi pada libur panjang imlek, yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berpergian ke luar kota, mendorong tarif transportasi meningkat, seperti angkutan udara dan kereta api.
 
Baca juga: BPS Catat Februari 2019 Deflasi 0,08%
 
"Walau demikian, langkah pemerintah menurunkan harga BBM nonsubsidi seperti pertamax dan pertamina dex, menjadi faktor penahan laju inflasi kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan dari gejolak yang berlebih. Pada Februari 2018 kelompok ini tercatat mengalami inflasi sebesar 0,31 persen," jelas dia.
 
Sementara itu, inflasi tertahan oleh kelompok pengeluaran bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 0,49 persen. Deflasi disebabkan turunnya harga-harga pangan utama di DKI Jakarta, terutama harga bawang merah dan cabai merah mengalami penurunan harga yang cukup dalam karena melimpahnya pasokan di pasar-pasar ibu kota.
 
"Pasokan yang melimpah juga terjadi pada daging ayam ras dan telur ayam ras. Hal tersebut mendorong komoditas-komoditas tersebut mengalami penurunan harga," ungkap Trisno.
 
Dibandingkan Januari 2019, perkembangan harga beras pada Februari 2019 lebih terkendali, sehingga tekanan inflasi pada komoditas tersebut menurun. Kondisi ini berbeda dengan tahun 2018, yang pada dua bulan pertama komoditas beras mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif