Ekonom Universitas Hasanuddin Muhammad Syarkawi Rauf (MI/PANCA SYURKANI)
Ekonom Universitas Hasanuddin Muhammad Syarkawi Rauf (MI/PANCA SYURKANI)

Ekonom Dukung Pemerintah Geser Prioritas Pembangunan

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
13 Desember 2018 09:55
Jakarta: Ekonom Universitas Hasanuddin Muhammad Syarkawi Rauf mendukung upaya pemerintah untuk berpindah ke "gigi lebih tinggi" dengan perubahan prioritas pembangunan dari infrastruktur ke Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu menjadi penting mengingat tuntutan kompetensi SDM di lingkungan kerja berubah sangat signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
 
"Kami mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk bergeser dari revolusi sisi suplai tahap pertama yang memprirotaskan pembangunan infrastruktur ke revolusi sisi suplai tahap kedua yang fokus pada pembangunan SDM dan pengembangan teknologi," ujar Syarkawi, di Kantor Pusat KAHMI, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.
 
Namun demikian, Syarkawi yang juga Ketua Komisi Pengawas Persaingan (KPPU) periode 2015–2018 menyatakan, pengembangan SDM saja belum cukup karena harus juga disertai oleh dukungan pemerintah untuk inovasi teknologi melalui penelitian dan pengembangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga dalam lima tahun ke depan, alokasi anggaran pemerintah juga akan diarahkan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan serta hilirisasi hasil riset sehingga sinergis dengan sektor industri," kata Syarkawi.
 
Selama ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak dilihat dari sisi permintaan yaitu belanja pemerintah, konsumsi rumah tangga, ekspor-impor, dan investasi. Padahal, perubahan pada sisi produksi juga sangat mendasar, khususnya berkaitan dengan pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas SDM.
 
"Yang dalam hal ini kesesuaian antara keterampilan SDM dengan kebutuhan dunia kerja," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan,pemerintah sudah sukses melaksanakan revolusi pertama yakni revolusi sisi suplai dengan memperbaiki konektivitas antarpulau dan antardaerah dalam satu pulau dan konektivitas dengan negara lain. Hal ini tercermin pada peringkat logistic performance index yang mengalami perbaikan dari peringkat 63 di 2016 menjadi peringkat 46 di 2018.
 
"Saatnya pemerintah untuk bergeser ke revolusi kedua yang memprioritaskan pengembangan SDM dan inovasi teknologi," ungkap Syarkawi.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 difokuskan pada pengembangan SDM. Jokowi menegaskan setelah tahapan besar yang pertama, yaitu infrastruktur, Indonesia masuk ke tahapan besar kedua yakni investasi di bidang sumber daya manusia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif