Ekonomi Indonesia. MI/MOHAMAD IRFAN.
Ekonomi Indonesia. MI/MOHAMAD IRFAN.

ISEI: Pencapaian Ekonomi 2018 Cukup Mengesankan

Ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 12 Desember 2018 21:12
Jakarta: Pencapaian ekonomi Indonesia tahun ini dinilai cukup mengesankan. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2018 mampu mencatatkan angka 5,17 persen dengan inflasi rata-rata tiga persen.

Pengurus Pusat ISEI Destri Damayanti menuturkan pencapaian tersebut tak terlepas dari kerja keras pemerintahan Joko Widodo dalam menciptakan kebijakan fiskal yang pruden dan solid di tengah gejolak global.

"Pencapaian ekonomi di 2018 itu menurut saya cukup baik ya dengan pertumbuhan di kuartal III mencapai 5,1 persen. Walau kita tahu ekonomi global kan sedang kurang bersahabat ya," ujarnya dalam paparan Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019 di Kantor Pusat KAHMI, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Destri menuturkan pemerintah mampu mencapai realisasi penerimaan pajak yang nyaris setara dengan belanja di kisaran 87 persen dari target. Capaian tersebut seiring dengan defisit anggaran yang lebih rendah untuk pertama kalinya sebesar Rp 287,9 triliun atau 1,95 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Secara fundamental kita sangat relatif kuat apalagi fiskal dibilang belom pernah penerimaan negara melebihi dari target dan ini dicapai di 2018," imbuh dia.

Di samping itu, kebijakan moneter Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah juga perlu diacungi jempol. Bank sentral Secara berkala melakukan intervensi di pasar valas (valuta asing), pemberian SBN dari pasar sekunder hingga menyesuaikan tingkat bunga acuan ke level enam persen.

"BI bisa dengan tenang dan keluarkan kebijakan yang preventif untuk jaga stabilitas rupiah yang hasilnya cukup baik. Jadi perekonomian 2018 ini kita pikir sudah on track ya," tambah Destri.

Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang juga Asisten Staf Khusus Presiden Fajar Hirawan menambahkan kerangka makroekonomi nan kokoh ditopang oleh tingkat inflasi dan pengangguran yang terkendali. Sejak 2014, inflasi terkendali dengan rata-rata tiga persen atau sesuai target APBN.

Pengendalian inflasi dilihat dari semakin stabilnya harga bahan pokok. Pada 2015, inflasi bahan makanan mencapai 10,57 persen, angka tersebut turun menjadi 1,69 persen pada 2018.

"Inflasi terkendali yang memang salah satu prestasi patut diapresiasi. Rata rata inflasi 2015- 2018 lebih rendah dari 2010-2014," ungkap Fajar.

Selanjutnya, angka pengangguran terbuka turun menjadi tinggal 5,13 persen pada Februari 2018. Seiring dengan itu, persentase kemiskinan Indonesia juga turun ke angka satu digit untuk pertama kalinya, yaitu menjadi 9,82 persen pada Maret 2018.

"Kenapa saya bilang pertumbuhan ekonomi kita berkualitas karena kemiskinan turun, pengangguran turun, ini patut diapresiasi," pungkasnya.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi