Ilustrasi realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: Medcom
Ilustrasi realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: Medcom

Anggaran Pemulihan Ekonomi Sudah Terserap Rp348,6 Triliun

Ekonomi anggaran RAPBN 2020 Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 28 Oktober 2020 12:37
Jakarta: Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menyebut realisasi anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai RP348,6 triliun. Artinya serapan anggaran sudah 50,1 persen dari alokasi yang sebesar Rp695,2 triliun.

"Realisasi sampai Oktober Rp348,6 triliun. Namun kita lihat bahwa sampai Desember nanti akan terserap seluruhnya hampir 100 persen nanti akan dapat diserap," katanya dalam videoconferencedilansir di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Airlangga tak merinci realisasi anggaran untuk masing-masing sektor. Meski begitu, ia meyakini klaster kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, dukungan UMKM, sektoral K/L dan pemda, hingga pembiayaan korporasi akan sepenuhnya terealisasi.
 
Ia menambahkan realisasi anggaran paling tinggi berada di program perlindungan sosial. Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) misalnya realisasinya sudah mencapai 98 persen, bansos tunai terealisasi 85 persen, bantuan sembako Jabodetabek realisasinya 90 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian juga BLT dana desa masih 53 persen, tapi ini akan dibayar secara tahapan, dan bayarnya akan sesuai tahapan. Kartu prakerja sudah 99,35 persen, jadi seluruh anggaran yang Rp20 triliun hampir seluruhnya terserap, diskon listrik pun sudah 101 persen," jelas dia.
 
Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengklaim seluruh anggaran yang digelontorkan pemerintah bisa membantu masyarakat selama masa pandemi. Terutama dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi covid-19.
 
"Jadi dengan program yang ada, pemerintah yakin bahwa apa yang didorong oleh pemerintah memang dibutuhkan masyarakat. Tujuan untuk perlindungan sosial dan juga meng-create demand, mensupportdaya beli ini diterima secara positif oleh masyarakat," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif