Ilustrasi. Foto : Medcom.
Ilustrasi. Foto : Medcom.

Dorong Penerimaan Negara Melalui Perluasan Objek Cukai

Ekonomi perpajakan
Medcom • 06 Desember 2019 06:02
Jakarta: Dari tahun ke tahun, target penerimaan cukai terus meningkat dengan membebankan pungutan cukai ke tiga industri: industri hasil tembakau, minuman beralkohol, dan etil alkohol. Pemerintah dinilai perlu melakukan ekstensifikasi cukai.
 
Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengatakan pemerintah akan sulit jika penerimaan cukai hanya bergantung pada tiga industri tersebut. Cukai hasil tembakau yang menyumbang sekitar 95 persen pendapatan cukai sedang alami penurunan.
 
“Industri ini (hasil tembakau) sedang mengalami sunset,” dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan penerimaan cukai dari industri hasil tembakau tidak akan sustainable jika kedepannya terus menjadi andalan penerimaan cukai. Sedangkan target penerimaan cukai dalam penerimaan perpajakan terus meningkat.
 
“Apalagi BPJS Kesehatan yang selama ini jebol ditopang dengan pendanaan dari cukai rokok. Jika cukai rokok ini seret, dari mana pendanaanya?” tuturnya.
 
Yustinus menyarankan pemerintah segera melakukan perluasan cukai untuk memperbaiki penerimaan cukai terhadap Produk Domestik Bruto. Pasalnya di Indonesia, rasio penerimaan cukai dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP) masih sangat kecil, bahkan lebih kecil dibandingkan rata-rata negara Amerika Latin.
 
“Indonesia termasuk negara dengan jumlah barang kena cukai paling kecil, hanya tiga. Sedangkan di negara lain banyak, bisa di atas 10, termasuk negara tetangga kita seperti Thailand dan Singapura,” terangnya.
 
Dia menyebutkan terdapat potensi barang yang dapat dikenakan cukai sebagai ekstensifikasi cukai. Dia menjelaskan ada plastik yang selama ini ternyata masih mandek, ada minuman ringan berpemanis, ada emisi karbon dari kendaraan bermotor, baterai, dan lainnya yang dapat di contoh dari pengenaan cukai di negara lain.
 
Pemerintah dapat melakukan benchmarking kebijakan ekstensifikasi cukai di negara lain, diantaranya penentuan objek cukainya, administrasinya, ataupun impact dari kebijakan. Negara kebijakan ekstensifikasi cukai yang dapat dicontoh adalah Thailand dan Meksiko. Dia menjelaskan kendaraan bermotor di Thailand dikenakan cukai atas emisi karbon yang dihasilkan, dengan tujuan mendorong industri tersebut bersaing dalam tatanan global.
 
“Tingkat diabetes di Meksiko tinggi, sama seperti di Indonesia. Hal ini menjadikan diabetes menjadi musuh di sana. Diabetes salah satunya disebabkan oleh minuman berpemanis, Meksiko mengenakan cukai atas minuman berpemanis. Kita dapat mengenakan cukai atas minuman berpemanis,” tutupnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif