Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan). FOTO: dok Kemenkeu
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan). FOTO: dok Kemenkeu

Wamenkeu: Ekonomi RI Berpotensi Turun 0,3% Akibat Korona

Ekonomi Virus Korona ekonomi indonesia
Antara • 26 Februari 2020 08:16
Jakarta: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami penurunan sebanyak 0,3 persen seiring perekonomian Tiongkok yang diperkirakan turun satu persen akibat wabah virus korona jenis Covid-19.
 
“Tiongkok turun satu persen, jadi kalau Tiongkok turun biasanya Indonesia kena 0,3 persen,” katanya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Suahasil mengatakan hal tersebut terjadi karena Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia, sehingga dampaknya akan berpengaruh pada negara. “Kita mengekspor barang, kalau di sana gerakan ekonominya turun maka ekspor Indonesia turun. Kita juga impor banyak dari sana, kalau di sana kegiatan ekonominya berhenti, impornya enggak dikirim ke sini,” jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pemerintah terus berupaya agar perekonomian Indonesia tidak turun dengan memberikan berbagai stimulus fiskal dan moneter serta melakukan perbaikan pada sektor riil.
 
“Kita sudah dengarkan minggu lalu Bank Indonesia juga melakukan stimulus moneter conservative network dari sisi fiskal lalu untuk sisi moneter dan structural reform supaya Indonesia tetap di jalurnya,” ujarnya.
 
Tak hanya itu, Suahasil juga memastikan seluruh kegiatan perekonomian di Indonesia akan diupayakan terus berjalan, sehingga mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi ke depannya.
 
“Supaya penerimaan tidak turun terlalu dalam, maka kegiatan ekonomi dipastikan jalan terus,” tukasnya.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan belum akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 sebesar 5,3 persen, meski kondisi global sedang menghadapi ancaman perlambatan karena adanya penyebaran virus korona.
 
"Kita akan lihat dampaknya ke ekonomi kita, karena itu pasti berpengaruh ke PDB Tiongkok,” pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif