Realisasi anggaran lambat membuat program pemulihan ekonomi jadi tak efektif. Foto: Antara/Ssigid Kurniawan
Realisasi anggaran lambat membuat program pemulihan ekonomi jadi tak efektif. Foto: Antara/Ssigid Kurniawan

Realisasi Anggaran Lambat, Program PEN Jadi Tidak Efektif

Ekonomi Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi
Eko Nordiansyah • 12 Agustus 2020 10:22
Jakarta: Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menyebut realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih rendah membuat program ini menjadi tidak efektif. Untuk itu diperlukan percepatan realisasi anggaran oleh pemerintah.
 
"Kalau realisasinya lambat, maka program PEN akan menjadi tidak efektif. Pemerintah perlu mempercepat realisasi anggaran," kata dia kepada Medcom.id, Rabu, 12 Agustus 2020.
 
Piter menyebut penyebab utama lambatnya realisasi anggaran adalah kurangnya pemahaman akan krisis (sense of crisis) dari para pejabat. Padahal dalam kondisi pandemi covid-19 ini, dibutuhkan percepatan serta ketepatan kebijakan dari pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kurangnya sense of crisis dari para pejabat, sehingga mereka tidak berupaya mencari jalan untuk secepatnya merealisasikan anggaran. Untuk mempercepat (realisasi anggaran) berarti perlu adanya sense of crisis di para pejabat," ungkap dia.
 
Kementerian Keuangan sebelumnya mencatat realisasi anggaran untuk program PEN sebesar Rp151,25 triliun. Realisasi anggaran hingga pekan pertama Agustus ini baru 21,8 persen dari pagu yang disediakan yaitu Rp695,2 triliun.
 
Rincian realisasi anggaran terdiri untuk bidang kesehatan Rp7,1 triliun, perlindungan sosial Rp86,5 triliun, sektoral K/L dan pemerintah daerah Rp8,6 triliun, dukungan UMKM Rp32,5 triliun, pembiayaan korporasi belum terealisasi, serta insentif usaha Rp16,6 triliun.
 
Dari total anggaran yang ada, sebesar Rp313,2 triliun dari pagu sudah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Sementara Rp155,9 triliun tanpa DIPA karena merupakan insentif perpajakan, dan Rp226,1 triliun yang belum di-DIPA.

 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif