Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA

Indonesia Siap Hadapi Pelemahan Ekonomi Global

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia ekonomi global
Nia Deviyana • 15 November 2019 15:53
Jakarta: Ketidakpastian ekonomi global membayangi hampir semua negara di dunia dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, beberapa negara sudah masuk jurang resesi seperti Turki dan Argentina, dengan sebagian besar lainnya sudah mengalami perlambatan ekonomi.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan Indonesia tidak khawatir menghadapi perlemahan ekonomi global. Hal itu telah diantisipasi pemerintah melalui beberapa kebijakan. Meskipun ekonomi sedang bergejolak, Iskandar optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil.
 
"Semua negara merespons cepat dengan menurunkan suku bunga, termasuk AS. Bank Indonesia (BI) sudah turunkan bunga empat kali yang artinya 100 basis poin ketika melihat gejala global," ujarnya, dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) di Kemkominfo, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, diantisipasi dengan penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari tujuh persen ke enam persen guna menyokong unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam hal pembiayaan. Adapun UMKM merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Bahkan saat ini, UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia yang memainkan peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong ekspor dan berkontribusi pada pertumbuhan PDB.
 
Total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun, dan akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp325 triliun pada 2024. Plafon maksimum KUR Mikro juga dilipatgandakan, dari semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur.
 
Di samping itu, pemerintah mengendalikan harga-harga agar konsumsi tetap terjaga. Iskandar bilang salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia adalah konsumsi. Pada kuartal III-2019, konsumsi rumah tangga menyumbang 56,52 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
 
Terakhir, pemerintah mempercepat implementasi Biodiesel 30 persen (B30) untuk menekan impor migas. "Dengan percepatan ini, kita menghemat USD5 miliar impor dan memberdayakan ekonomi domestik. Jadi stimulus ekonomi bukan cuma dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," pungkasnya.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif