Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: dok Kemenkeu.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: dok Kemenkeu.

Produktivitas dan Daya Saing, Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

Ekonomi pertumbuhan ekonomi kementerian keuangan
Willy Haryono • 05 Desember 2019 12:33
Nusa Dua: Produktivitas dan daya saing merupakan dua faktor kunci yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah Indonesia terus meningkatkan dua faktor tersebut dari waktu ke waktu, dan kini dijadikan tema utama dalam Forum Internasional Pertumbuhan Ekonomi dan Kebijakan Publik (AIFED) ke-9.
 
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan belum optimalnya produktivitas dan daya saing merupakan penyebab dari mandeknya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran lima persen.
 
"Pertumbuhan Indonesia tahun lalu 5,2 persen, dan sekarang turun ke 5,0 persen. Kita masih tetap dapat mempertahankannya, tapi tentu tidak cukup. Apa yang sebenarnya terjadi? Jawabannya produktivitas dan daya saing," kata Suahasil saat membuka AIFED ke-9 di Hotel Inaya Putri Bali di Nusa Dua, Bali, Kamis, 5 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam lima tahun terakhir, Presiden Joko Widodo terus menggenjot pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia. Suahasil mengatakan pembangunan ini akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan.
 
Namun dalam periode kedua kepemimpinannya, Presiden Jokowi juga ingin memperkuat pertumbuhan kualitas sumber daya manusia.
 
"Tantangan lima tahun ke depan adalah pola pikir. Tidak mudah jika prioritasnya adalah sumber daya manusia. Hasilnya juga tidak bisa cepat," sebut Suahasil.
 
Ia memberikan gambaran mengenai tantangan ini dengan menggunakan analogi. Jika pemerintah membangun jalan tol atau bandara, tentu hasil fisiknya akan terlihat dalam satu dua tahun, semisal adanya area yang telah dibebaskan, tiang-tiang pancang dan lainnya.
 
Tapi ika pembangunannya difokuskan pada kualitas SDM, hasilnya tidak akan terlihat dalam waktu dekat. "Mungkin baru bisa terlihat dalam 5-10 tahun ke depan," tutur Suahasil.
 
Untuk meningkatkan kualitas SDM ini, pemerintah memfokuskan upayanya di empat area utama yakni kesehatan, pendidikan, kemampuan vokasi, dan kesejahteraan.
 
Jika kualitas SDM Indonesia sudah berada di level yang lebih baik dari saat ini, Suahasil optimistis tentu produktivitas dan daya saing juga mengikuti.
 
Selain soal produktivitas dan daya saing, kondisi global juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, Suahasil menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian saat ini berdampak signifikan kepada beberapa negara, termasuk Indonesia.
 
Jika memasukkan faktor global, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih bertahan di kisaran lima persen merupakan sebuah prestasi.
 
"Lima persen itu tidak rendah, tapi tinggi karena ada tekanan global," sebut Suahasil.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif