Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Pemerintah Tarik Utang Rp7,6 Triliun

Ekonomi utang luar negeri
Suci Sedya Utami • 24 Januari 2019 14:17
Jakarta: Pemerintah kembali menarik utang sebesar Rp7,64 triliun dari hasil penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk dua hari lalu.
 
Dalam penerbitan lima seri sukuk yakni SPNS09072019, SPNS23012020, PBS014, PBS019 dan PBS022, total penawaran yang masuk sebesar Rp24,47 triliun. Namun pemerinyah tidak menarik semua penawaran yang masuk tersebut.
 
"Total nominal yang dimenangkan dari ke lima seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp7,64 triliun," demikian bunyi keterangan tertulis Kementerian Keuangan, seperti dikutip Medcom.id, Kamis, 24 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila dirinci untuk SPNS09072019 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp6,28 triliun namun yang dimenangkan sebesar Rp1 triliun dengan yield sebesar 6,45844 persen dan jatuh tempo pada 9 Juli 2019.
 
Kemudian SPNS23012020 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp6,55 triliun dan jatuh tempo pada 23 Januari 2020. Sementara untuk PBS014 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp4,22 triliun namun tidak ada yang dimenangkan.
 
Sementara untuk PBS019 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp5,36 triliun namun yang dimenangkan sebesar Rp5,2 triliun dengan yield sebesar 8,03016 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2023. Serta PBS022 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp1,05 triliun namun yang dimenangkan sebesar Rp340 miliar dengan yield sebesar 8,81985 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2034.
 
Lebih lanjut penarikan utang ini merupakan salah satu strategi dalam membiayai anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN) 2019. Sebagai informasi tahun ini Kementerian Keuangan menetapkan penerbitan surat utang bruto sebesar Rp 825,7 triliun dengan komposisi 70-75 persen dari penerbitan SBN, sedangkan 25-30 persennya diterbitkan dalam SBSN.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi