Subsidi BBM-Listrik Diklaim Tidak Signifikan Gerus APBN
Gedung Kementerian Keuangan (Foto: Kementerian Keuangan)
Nusa Dua: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik tidak signifikan menggerus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meski subdisi tersebut dikurangi porsinya. Adapun perubahan subsidi energi selama ini mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

"Subsidi energi tidak banyak perubahan (dalam menggerus APBN) dan nanti kita akan menyesuaikan dengan kondisi aktual (harga minyak dunia dan nilai tukar)," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani, dalam press tour Kementerian Keuangan, di Novotel Nusa Dua, Bali, Rabu, 5 Desember 2018.

Askolani mengungkapkan perkiraan anggaran subsidi energi semester I-2018 mencapai Rp3 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk kebijakan perubahan subsidi solar dari Rp500 menjadi Rp2.000, dan penambahan subsidi listrik untuk pengguna tegangan 900 Volt ke bawah.

"Sebesar Rp3 triliun termasuk kebijakan perubahan solar dan penggunaan 900 Va ke bawah yang memang patut disubsidi," imbuh dia.

Menurut data Kemenkeu, realisasi belanja subsidi sampai dengan akhir Oktober 2018 mencapai Rp160,36 triliun atau 102,64 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2018. Realisasi belanja subsidi tersebut meliputi subsidi energi Rp117,37 triliun dan subsidi non energi Rp42,99 triliun.

Realisasi belanja subsidi sampai dengan akhir Oktober 2018 lebih besar Rp57,70 triliun atau 56,20 persen dibandingkan dengan realisasi belanja subsidi pada periode yang sama di 2017.

Lebih tingginya realisasi belanja subsidi sampai dengan Oktober 2018 tersebut terutama disebabkan oleh realisasi belanja subsidi energi yang dipengaruhi pergerakan ICP dan nilai tukar rupiah, serta pembayaran sebagian kurang bayar belanja subsidi pada tahun-tahun sebelumnya.  

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id