Ilustrasi pertumbuhan ekonomi - - Foto: Medcom
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi - - Foto: Medcom

Ekonomi Indonesia Menuju Normalisasi di Kuartal III

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi citi indonesia Pemulihan Ekonomi
Husen Miftahudin • 13 Agustus 2020 17:31
Jakarta: Chief Economist Citibank Indonesia Helmi Arman memperkirakan perekonomian Indonesia pada kuartal III-2020 terus membaik dan menuju normalisasi pracovid-19. Hal ini menyusul 70 persen aktivitas perekonomian yang akan kembali normal seperti sebelum pandemi covid-19.
 
"Sejauh ini di kuartal ketiga tren pemulihan dan aktivitas perekonomian di Indonesia, kita terus menuju normalisasi. jadi perekonomiannya terus membaik," ujar Helmi dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Helmi menjelaskan normalisasi aktivitas perekonomian nasional di kuartal ketiga tahun ini dimotori oleh konsumsi rumah tangga yang bersifat barang-barang bernilai kecil (small ticket items). Berupa belanja kebutuhan sehari-hari serta belanja jasa telekomunikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemulihan belanja yang bersifat barang-barang bernilai kecil ini seiring dengan dikucurkannya bantuan sosial (bansos) pemerintah kepada sektor rumah tangga, terutama sektor rumah tangga menengah ke bawah. Juga didorong oleh normalisasi aktivitas sehari-hari pascadibukanya kembali aktivitas perekonomian sejak pertengahan Juni 2020.
 
"Sementara itu pemulihan belanja untuk barang-barang tahan lama yang bernilai besar atau big ticket spending, ini kami perkirakan menyusul belakangan. Hal ini karena pemulihan belanja big tiket spending ini harus didahului oleh pulihnya optimisme rumah tangga akan kesinambungan penghasilannya ke depan," papar dia.
 
Di sisi lain, sambungnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup beruntung di tengah pandemi ini. Pemulihan ekonominya bisa cepat dilakukan mengingat ketergantungan ekonomi Indonesia pada kegiatan wisata dan perjalanan internasional relatif rendah.
 
"Ketergantungan Indonesia pada kegiatan wisata dan perjalan internasional tidak setinggi beberapa negara tetangga kita di Asean. Dalam kondisi normal, penerimaan kita dari aktivitas wisata internasional itu di bawah dua persen dari PDB (Produk Domestik Bruto), jauh lebih kecil dibandingkan dengan Thailand yang hampir 12 persen dari PDB dan Malaysia yang sekitar 5,5 persen dari PDB," urainya.

 
Sementara itu, Helmi memperkirakan bahwa aktivitas perekonomian nasional di kuartal IV-2020 akan naik lagi menjadi sekitar 90 persen normal. Meskipun demikian untuk keseluruhan 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 2019 yang mampu tumbuh 5,02 persen (yoy).
 
"Tentunya faktor yang sangat menentukan perubahan dari pandangan kami ini adalah bagaimana tren kasus covid-19 aktif selama beberapa bulan atau kuartal ke depan. Karena tentunya, ini akan mempengaruhi tingkat dari normalisasi aktivitas ekonomi yang terjadi, baik di kuartal ketiga maupun di kuartal keempat," tutup Helmi.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif