Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Lelang SUN, Pemerintah Bidik Rp20 Triliun

Ekonomi surat utang APBN 2020
Eko Nordiansyah • 10 Juli 2020 15:19
Jakarta: Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Pemerintah menargetkan dana Rp20 triliun dalam lelang pada SUN pekan depan.
 
Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No.168/PMK.08/2019) dan PMK Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.
 
Dilansir dari keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Jumat, 10 Juli 2020, pokok-pokok terms and conditions SUN yang akan dilelang adalah dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB pada Selasa, 14 Juli 2020 dengan setelmen yang akan dilakukan pada Kamis, 16 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan target indikatif sebesar Rp20 triliun, pemerintah menetapkan target maksimal sebesar Rp40 triliun dari ketujuh seri SUN yang akan dilelang yakni SPN03201015, SPN12210429, FR0081, FR0082, FR0080, FR0083, dan FR0076.
 
Untuk seri SPN03201015 akan jatuh tempo di 15 Oktober 2020 dan SPN12210429 jatuh tempo pada 29 April 2021. Tingkat kupon untuk kedua seri ini diskonto dengan alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 50 persen dari total yang dimenangkan.
 
Untuk seri FR0081 kupon yang ditawarkan 6,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025, seri FR0082 memiliki kupon tujuh persen dan jatuh tempo 15 September 2030. Sedangkan seri FR0080 dan FR0083 sama-sama memiliki kupon 7,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2035 dan 15 April 2040.
 
Terakhir untuk seri FR0076, tingkat kupon yang ditawarkan sebesar 7,375 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048. Untuk kelima seri baik FR0081, FR0082, FR0080, FR0083, dan FR0076 alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 30 persen dari yang dimenangkan.
 
Peserta dealer utama lelang SUN kali ini adalah Citibank NA, Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
 
Kemudian PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank NA, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Di samping itu ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI).
 
Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh BI. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.
 
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.
 
Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No.168/PMK.08/2019 dan PMK No.38/PMK.02/2020.
 

(ABD)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif