Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto S Ginting. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto S Ginting. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)

Kemenkeu Terbitkan SBR005 dengan Kupon 8,15%

Ekonomi surat utang kementerian keuangan
Desi Angriani • 10 Januari 2019 12:52
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menawarkan Savings Bond Ritel (SBR) dengan seri SBR005 kepada investor perorangan secara online (e-SBN). Penerbitan surat utang tersebut dilakukan untuk mengakselerasi perluasan basis investor dalam negeri.
 
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto S Ginting mengatakan SBR005 merupakan instrumen SBN ritel pertama yang ditawarkan pemerintah bagi generasi milenial dengan kupon sebesar 8,15 persen per tahun, tenor dua tahun.
 
"Masa penawaran akan berlangsung mulai 10-24 Januari 2019," katanya dalam jumpa pers di Giyanti Coffe, Menteng, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Loto menuturkan minimum pemesanan SBR005 dimulai dari Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar. Hal ini agar warga negara Indonesia khususnya kaum milenial dapat berpartisipasi sebanyak-banyaknya dalam pembangunan nasional khususnya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
 
"Instrumen yang aman, terjangkau, dan mudah. Melalui instrumen ini enggak perlu keluar modal besar sampai ratusan juta, cukup dengan Rp1 juta kita bisa belajar investasi," imbuh dia.
 
Adapun jenis kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal dengan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate. Untuk periode pertama sebesar 8,15 persen, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu, 6,00 persen ditambah spread tetap 215 bps atau 2,15 persen.
 
"Bagi investor yang ingin mencairkan sebelum masa tempo berakhir dapat dilakukan 12 bulan setelahnya dengan nilai maksimal 50 persen dari yang diinvestasikan," tutur Loto.
 
Dengan diterbitkannya SBR005, Kemenkeu menargetkan investasi indikatif minimum sebesar Rp2 triliun dengan maksimal investasi sebesar Rp5 triliun. Sejak peluncurannya, Kemenkeu telah mencatat pembelian SBR005 sebesar Rp53,4 miliar.
 
Sedikitnya ada 11 mitra distribusi yang telah ditetapkan untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online) yaitu, BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, BTN, PT Trimegah Sekuritas, perusahaan efek khusus, PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale, Perusahaan Fintech Peer to Peer Lending, PT Investree Radikha Jaya dan PT Mitrausaha Indonesia Grup.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif