Ilustrasi pembiayaan utang  pemerintah - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi pembiayaan utang pemerintah - - Foto: MI/ Ramdani

Utang Pemerintah Masih Aman di Level Rp5.258 Triliun

Ekonomi utang luar negeri kementerian keuangan
Eko Nordiansyah • 17 Juni 2020 16:06
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pada akhir Mei 2020 mencapai Rp5.258,57 triliun. Posisi utang mengalami kenaikan sebesar Rp86,09 triliun dibandingkan dengan posisi pada akhir April sebesar Rp5.172,48 triliun.
 
Dilansir dari data APBN KiTa, Rabu, 17 Juni 2020, rasio utang pemerintah meningkat jadi 32,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini masih jauh dari batas aman yang diperbolehkan dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara, yaitu maksimal 60 persen dari PDB.
 
Utang pemerintah terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp4.442,90 triliun atau 84,49 persen dari total utang. Selain itu ada pinjaman sebesar Rp815,66 triliun atau 15,51 persen dari keseluruhan utang pemerintah sampai dengan akhir Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pinjaman pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp9,94 triliun. Sementara itu pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp805,72 triliun yang terdiri dari pinjaman bilateral sebesar Rp316,68 triliun, multilateral Rp449,69 triliun, serta commercial bank Rp42,35 triliun.

 
Adapun untuk SBN terdiri dari dominasi valuta asing Rp1.194,67 triliun yang terdiri Surat Utang Negara (SUN) Rp970,73 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp223,94 triliun. Untuk dominasi rupiah sebesar Rp3.248,23 triliun terdiri SUN Rp2.650,69 triliun dan SBSN Rp597,54 triliun.
 
Secara umum, peningkatan posisi utang disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan akibat pandemi covid-19 yang melonjak drastis. Masalah kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi nasional menjadi prioritas negara, sehingga untuk mendukung kebijakan penanganan pandemi, pemerintah menutupi kekurangan penerimaan negara melalui pembiayaan.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif