NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

2019, Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta 5,89%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia
Eko Nordiansyah • 06 Februari 2020 11:09
Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di kuartal IV-2019 sebesar 5,96 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 5,89 persen (yoy). Dengan perkembangan demikian, pertumbuhan ekonomi pada keseluruhan 2019 tercatat sebesar 5,89 persen (yoy).
 
"Kenaikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2019 disumbang oleh kenaikan pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan kegiatan investasi," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Konsumsi rumah tangga di DKI Jakarta pada kuartal IV-2019 tumbuh sebesar 6,12 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut terakselerasi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 5,96 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat pada Natal dan jelang tahun baru, khususnya konsumsi jasa untuk keperluan leisure.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, kegiatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi terus meningkat pascapelaksanaan Pemilu sehingga pada kuartal IV-2019 tumbuh sebesar 3,83 persen (yoy), tertinggi sejak awal tahun. Kegiatan investasi tersebut terutama ditopang oleh investasi bangunan seperti kelanjutan pembangunan LRT Jabodebek dan pembangunan salah satu bagian dari enam ruas jalan tol dalam kota.
 
"Pelaksanaan pemilu turut mendukung terjaganya pertumbuhan ekonomi Jakarta sebagaimana tercermin dari pertumbuhan Konsumsi Lembaga Non-Publik yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 11,52 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada 2018 sebesar 8,34 persen (yoy)," jelas dia.
 
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang 2019 terjaga di level 5,98 persen (yoy) ditunjang oleh terjaganya inflasi ibukota. Sementara itu, pertumbuhan kegiatan investasi mengalami perlambatan, yakni dari 4,67 persen (yoy) pada 2018 menjadi sebesar 1,29 persen (yoy) pada 2019.
 
"Sejalan dengan telah selesainya pembangunan konstruksi skala besar, yaitu MRT fase pertama dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI, pada awal 2019," ungkapnya.
 
Konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi sebesar minus 0,13 persen (yoy) disebabkan turunnya belanja barang pemerintah. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global berpengaruh terhadap kontraksi ekspor 2019 sebesar minus 1,44 persen (yoy).
 
Dinamika pertumbuhan pada komponen pengeluaran tersebut juga tercermin pada pertumbuhan dari sisi lapangan usaha (LU) utama DKI Jakarta. Melambatnya pertumbuhan Konsumsi RT berimbas pada melambatnya pertumbuhan LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, yang pada kuartal IV-2019 tercatat sebesar 5,74 persen (yoy) dan untuk keseluruhan 2019 tercatat sebesar 5,61 persen (yoy).

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif