Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: MI/ Ramdani
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: MI/ Ramdani

Defisit APBN Makin Lebar Jadi Rp1.039,2 Triliun

Ekonomi kementerian keuangan defisit anggaran APBN 2020
Eko Nordiansyah • 03 Juni 2020 14:14
Jakarta: Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 kembali melebar. Saat ini defisit APBN diperkirakan menjadi Rp1.039,2 triliun atau 6,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut d
efisit kian membesar karena penerimaan negara diprediksi lebih rendah sebesar Rp1.699,1 triliun dari yang sebelumnya Rp1.760,9 triliun. Sementara itu, belanja negara mengalami peningkatan dari Rp2.613,8 triliun menjadi Rp2.738,4 triliun.

"Dengan demikian Perpres 54/2020 akan direvisi dengan defisit yang meningkat dari Rp852,9 triliun atau 5,07 persen dari PDB menjadi Rp1.039,2 triliun atau menjadi 6,34 persen dari PDB," katanya usai rapat terbatas di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Sri Mulyani menjelaskan penerimaan negara turun lantaran penerimaan perpajakan diperkirakan turun dari Rp1.462,62 triliun menjadi Rp1.404,5 triliun. Sedangkan belanja negara meningkat untuk kebutuhan penanganan pandemi virus korona (covid-19) serta pemulihan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belanja negara di satu sisi untuk menampung berbagai program pemulihan dan penanganan covid, yang mencakup tadi berbagai belanja untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan covid, termasuk untuk daerah dan sektoral," ungkap dia.
 
Meski begitu, ia berjanji kenaikan defisit akan diimbangi dengan kebijakan yang pruden sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Pemerintah bakal menggunakan berbagai sumber pembiayaan yang memungkinkan untuk menutup defisit anggaran.
 
"Kami akan gunakan sumber pendanaan risiko kecil dan biaya paling rendah, termasuk sumber internal, penggunaan SAL, dana abadi pemerintah dan BLU, serta penarikan pinjaman program. Kemudian juga akan melakukan penerbitan SBN domestik dan global," pungkas dia.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif