Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/BARY FATHAHILAH)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/BARY FATHAHILAH)

SDM Jadi Tantangan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 26 Desember 2018 14:05
Bogor: Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu tantangan dalam memberdayakan ekonomi umat. Hal itu patut diselesaikan sejalan dengan Indonesia akan menikmati bonus demografi yang dipicu oleh peningkatan jumlah penduduk usia produktif dan penurunan penduduk bukan usia produktif.

"Di sisi lain, tingkat pendidikan angkatan kerja sebagian besar masih rendah dan pengangguran masih relatif besar," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Pondok Pesantren Pemberdayaan Umat, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu, 26 Desember 2018.

Data per Agustus 2018, dari 131,01 juta angkatan kerja di Indonesia, sebagian besar atau sekitar 57,46 persen berpendidikan SD hingga SMP, serta masih terdapat 5,34 persen yang menganggur. Hampir separuh dari angkatan kerja nasional saat ini merupakan penduduk usia kerja muda.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, perkembangan teknologi yang cepat khususnya di bidang teknologi digital yang dikenal dengan revolusi industri era 4.0 juga menjadi peluang bagi pemberdayaan ekonomi umat," jelas dia.
 
Pada 2017, terdapat 43,39 juta penduduk usia kerja muda yakni antara 15 sampai 24 tahun. Darmin menyebutkan generasi milenial ini memiliki karakteristik technology friendly, sehingga berpeluang besar memanfaatkan peluang pekerjaan-pekerjaan baru berbasis teknologi. Untuk itu, Program Kemitraan Ekonomi Umat ini memprioritaskan pengembangan tiga pilar yaitu vokasi, kewirausahaan, dan kemitraan. Ketiganya diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas sebagai technopreneur dan sociopreneur.

Selain itu, peta jalan revolusi industri 4.0 menetapkan lima sektor prioritas, salah satunya industri makanan dan minuman. Sektor pertanian yang sangat produktif dengan hasil yang dapat diprediksi berbasis teknologi sangat diperlukan untuk mendukung value chain industri makanan dan minuman yang diproyeksikan menjadi kekuatan besar di ASEAN.

Kerja sama dengan pihak-pihak terkait amat diperlukan dalam pelaksanaan program ini. Salah satunya yang sudah disepakati yaitu bersama pihak perbankan yang tergabung di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro untuk pembiayaan kegiatan pasca pelatihan.

Menko Darmin berharap pelaksanaan Pilot Program Pemberdayaan Ekonomi Umat yang diinisiasi oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB, Medco Foundation, dan Yayasan Jam’iyyatul Hidayah di Desa Cibuntu Kabupaten Bogor ini dapat berjalan dengan sukses sebagai best practices.

"Saya juga berharap ini dapat direplikasi melalui dukungan kelompok usaha lain, BUMN, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, perbankan, dan organisasi kemasyarakatan," pungkasnya.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi