Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Anggaran Penanggulangan Tsunami Selat Sunda Sudah di BNPB

Ekonomi kementerian keuangan bnpb Tsunami di Selat Sunda
Eko Nordiansyah • 24 Desember 2018 14:21
Jakarta: Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut anggaran untuk penangganan bencana tsunami Selat Sunda sudah ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana tersebut sudah masuk anggaran milik BNPB.
 
"Sudah ada anggarannya di BNPB untuk bisa tangani musibah tsunami dalam jangka pendek," kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
 
Askolani menambahkan BNPB akan diberi anggaran tambahan jika memang dibutuhkan pendanaan untuk penanggulangan bencana lagi. Kemungkinan dana tambahan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bila dibutuhkan tambahan maka akan diusulkan lebih lanjut oleh BNPB. Ada di BNPB pendanaannya dari 2018. Nanti bila diperlukan lanjutan, akan gunakan anggaran 2019, sesuai dengan kebutuhan," jelas dia.
 
Tahun ini, BNPB mendapatkan anggaran sebesar Rp2,6 triliun. Namun untuk tahun depan, anggaran yang didapatkan oleh BNPB mengalami penurunan hingga 76,92 persen menjadi hanya Rp619 miliar. BNPB sebelumnya sudah meminta tambahan anggaran sebesar Rp514 miliar.
 
Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Agustus 2018, meluluhlantakkan lima kabupaten/kota yang ada di wilayah Banten dan Lampung. Dua kabupaten di Banten yang terdampak tsunami yaitu Pandeglang dan Serang. Sementara di Lampung dampak tsunami dirasakan di Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.
 
Berdasarkan data BNPB hingga Senin, 24 Agustus 2018, pukul 07.00 WIB, jumlah korban tewas akibat bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda bertambah menjadi 281 orang. Sementara 1.061 orang terluka, 57 orang masih dicari, dan 11.687 penduduk mengungsi.
 
"Kemungkinan data korban dan kerusakan bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif