Illustrasi. (MI/ARYA MANGGALA).
Illustrasi. (MI/ARYA MANGGALA).

Catat, 31 Maret DJP Tidak Terima Laporan SPT di Kantor

Ekonomi ditjen pajak
Eko Nordiansyah • 14 Maret 2019 18:10
Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak akan membuka layanan kantor pada 31 Maret. Padahal, 31 Maret yang jatuh pada hari Minggu ini merupakan batas akhir pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) untuk wajib pajak pribadi.
 
"Memang kami akan membuka layanan di Sabtunya. Kalau Minggu kita tidak buka layanan di kantor," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.
 
Dirinya menjelaskan, bukan berarti batas akhir pelaporan SPT dimajukan dari 31 Maret. Menurut dia, wajib pajak (WP) tetap bisa melaporkan SPT-nya pada 31 Maret melalui layanan pelaporan SPT secara online (e-filling).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kan WP tetap bisa e-filling. Laporan SPT bisa e-filling dari mana saja, kapan saja tidak tergantung waktu. Jadi kami hanya melayani di hari Sabtu 30 Maret saja. Selebihnya WP bisa melaporkan e-filling," jelas dia.
 
Sejauh ini sudah ada 5,97 juta wajib pajak yang melaporkan SPT-nya. Dari hampir 6 juta pelaporan SPT ini, kata Yoga, 92 persen di antaranya sudah memanfaatkan layanan e-filling.
 
"5,97 juta SPT yang sudah masuk. Sekali lagi e-filling nya sudah tinggi, 92 persen. Ya dari 5,97 (juta) tadi 92 persen e-filling, jadi terbukti bahwa e-filling sangat membantu masyatakat untuk menyampaikan SPT-nya," ungkapnya.
 
Tahun ini DJP menargetkan sebanyak 18,3 juta wajib pajak melaporkan SPT tahunan. Pada tahun lalu, sebanyak 10 juta wajib pajak yang melaporkan SPT-nya, dari target 17,5 juta.
 
Capai 6 Juta Laporan
 
DJP Kementerian Keuangan mencatat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) sudah mencapai hampir enam juta sampai dengan Rabu, 13 Maret 2019. Jumlah pelaporan itu meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 5,4 juta.
 
"Sampai Rabu malam jumlah yang sudah diterima hampir enam juta, 5,97 juta. Meningkat dibanding tahun lalu itu 5,4 juta, berarti pertumbuhan secara agregat 10,7 persen," kata Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal.
 
Tahun ini DJP menargetkan ada sebanyak 18,3 juta wajib pajak yang harus melaporkan SPT-nya. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan target tahun lalu, yakni wajib lapor SPT sebanyak 17,5 juta wajib pajak.
 
Yon mengaku optimistis target pelaporan SPT bisa mencapai target yang ditetapkan oleh DJP. Tahun lalu, DJP mencatat ada sekitar 10 juta wajib pajak yang melaporkan SPT-nya dari target sebanyak 17,5 juta.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif