Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.

Angan-angan Penerimaan Pajak Jauh dari Harapan

Ekonomi penerimaan pajak
Eko Nordiansyah • 06 November 2019 13:20
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengindikasikan penerimaan pajak tahun ini tidak akan mencapai target. Pasalnya penerimaan dari berbagai sektor industri mengalami perlambatan sebagai akibat dari melemahnya ekonomi global.
 
"Artinya kalau perusahaan mengalami tekanan, sehingga penerimaan atau lebih mereka menurun, maka pembayaran pajak mereka juga akan menurun," ujarnya, dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sampai dengan Agustus 2019, realisasi penerimaan pajak tercatat baru mencapai Rp801,02 triliun atau 50,78 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp1.577,56 triliun. Penerimaan pajak hanya tumbuh 0,21 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp799,46 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Direktorat Jenderal Pajak mengklaim penerimaan pajak sampai dengan Oktober 2019 telah mencapai Rp1.000 triliun atau sekitar 63,4 persen target. Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Kementerian Keuangan Yon Arsal menyebut masih akan ada tambahan penerimaan negara pada dua bulan terakhir 2019.
 
Angan-angan Penerimaan Pajak Jauh dari Harapan
Sumber: Laporan Kinerja DJP Tahun 2018
 
"Rp1.000 triliun sampai Oktober tanggal berapa gitu. Kan 31 masih kemarin, hari ini belum kita rekap. Sampai akhir tahun masih banyak yang kita (harapkan masuk)," kata Yon saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Pemerintah memang selalu kesulitan mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan di APBN. Pertumbuhan target tak sejalan dengan pertumbuhan penerimaan karena sejumlah faktor baik dalam maupun luar negeri.
 
Dilansir dari laporan kinerja DJP 2018, realisasi penerimaan pajak tahun lalu juga tak mencapai target. Target penerimaan pajak dalam APBN 2018 sebesar Rp1.424,00 triliun, sedangkan penerimaan pajak sampai Desember 2018 yang sebesar Rp1.313,51 triliun hanya 92,24 persen dari target.
 
Pada 2016, target penerimaan pajak adalah Rp1.355,20 triliun dengan realisasi Rp1.105,73 triliun atau 81,59 persen. Sementara di 2017 lalu, realisasi penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.151,03 triliun atau 89,67 persen dari target sebesar Rp1.283,57 triliun.
 
Angan-angan Penerimaan Pajak Jauh dari Harapan
Sumber: Center for Indonesia Taxation (CITA)
 
Persentase capaian penerimaan pajak 2018 memang lebih baik dibandingkan dengan capaian periode yang sama di 2017, yaitu sebesar 89,67 persen. Capaian yang diraih tanpa mekanisme perubahan APBN ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
 
Dari segi pertumbuhan, persentasecapaian penerimaan pajak 2018tumbuh sebesar 14,12 persen secara year-on-year(yoy), lebih besar dibandingkan denganpertumbuhan 2017 yang sebesar4,04 persen yoy. Bahkan capaian ini merupakan angka pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
 
Apabila penerimaan amnesti pajak (tax amnesty) pada kuartal I-2017 dikeluarkan dari perhitungan (merupakan penerimaan yang bersifat one-off/tidak berulang sebesar Rp12,03 triliun), pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 15,32 persen yoy.
 
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, target penerimaan pajak hanya tercapai di 2008. Saat itu target pajak ditetapkan Rp535 triliun dengan realisasi Rp571 triliun atau setara dengan 107 persen. Selebihnya penerimaan pajak selalu tak mencapai target yang ditetapkan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif