Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Pertumbuhan Ekonomi 2019 Melenceng dari APBN

Ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 16 Juli 2019 20:51
Jakarta: Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2019 melenceng dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ekonomi diprediksi hanya tumbuh di kisaran 5,2 persen atau lebih rendah dari target yang sebesar 5,3 persen.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan rendahnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dilihat dari kecenderungan melambatnya investasi dan tekanan aktivitas riil dunia. Prediksi tersebut juga terjadi pada indikator asumsi makroekonomi lainnya.
 
"Kami sampaikan prognosis di semester II 2019 sebesar 5,2 persen. Dan outlook kami untuk pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di tahun ini," ujar Ani dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi sepanjang 2019 diproyeksikan sebesar 3,1 persen atau lebih rendah dari APBN yang sebesar 3,5 persen. Prediksi ini relatif terjaga di kisaran 3,5 plus minus 1 persen.
 
Begitu pula dengan rata-rata suku bunga SPN 3 bulan untuk 2019 sebesar 5,6 persen atau lebih tinggi dari APBN yang hanya 5,3 persen. Ini disebabkan oleh masih tingginya suku bunga The Fed, risiko perang dagang, serta ketatnya likuiditas dalam negeri.
 
Untuk rata-rata nilai tukar rupiah, juga melenceng menjadi Rp14.250 per USD atau lebih rendah dari Rp15.000 per USD dalam APBN 2019. Adapun outlook harga minyak mentah Indonesia diprediksi USD63 per barel atau lebih rendah dari asumsi USD70 per barel.
 
Terakhir, lifting minyak dan gas bumi juga melenceng yakni, lifting minyak sebesar 754 ribu bph atau lebih rendah dari asumsi 775 bph dan lifting gas 1.072 ribu bph atau lebih rendah dari asumsi 1.250 ribu bph.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif