Ilustrasi bioskop. (FOTO: MI/Susanto)
Ilustrasi bioskop. (FOTO: MI/Susanto)

Pengusaha Bioskop Buka Tangan Terhadap Investasi Asing

Ekonomi investasi asing daftar negatif investasi
Husen Miftahudin • 18 Februari 2016 09:28
medcom.id, Jakarta: Pemerintah mencoret 35 bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI) dan membuka 20 bidang usaha baru bagi pemodal asing menyusul rilis paket kebijakan ekonomi jilid X. Salah satu bidang usaha yang dicoret dari DNI adalah industri perfilman.
 
Corporate Communication Cinema 21 Chatherine Keng mengaku, pihaknya tidak keberatan jika industri bioskop dibuka untuk investasi asing. Menurutnya, investasi asing yang akan masuk di industri perfilman bisa mendorong industri bioskop berkembang di daerah.
 
"Kami akan mengikuti peraturan yang ada, namun untuk investor asing mungkin bisa membuka bioskop di daerah yang belum banyak bioskopnya," ujar Chatherine dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (18/2/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebenarnya, kata dia, permasalahan industri bioskop adalah adanya screen quota yang disebutkan pada Undang Undang Nomor 33 tahun 2009 tentang Perfilman. Terkait UU 33/2009, kata dia, patut ditinjau ulang karena metode screen quota 60 persen konten nasional dan 40 persen konten asing tidak akan mendorong berkembangnya industri film nasional.
 
"Satu-satunya negara Korea Selatan yang mengurangi screen quota menjadi 20 persen film lokal di bioskop pada 2006. Justru sejak itu market share film lokal meningkat pesat mencapai lebih dari 50 persen. Karena, pada dasarnya industrinya bertumbuh karena filmnya bagus, berkualitas dan disukai penonton," ungkap dia.
 
Seharusnya pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang malah menekan industri bioskop sehingga malah merugikan industri film domestik sendiri. "Kalau bisa kebijakan proteksi jangan merusak pasar dan malah dibebankan kepada industri bioskop," tutup Chatherine.
 
Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan untuk membuka 35 jenis industri untuk investor asing dan mengeluarkannya dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Beberapa industri film yang dibuka untuk asing antara lain adalah: studio pengambilan film, laboratorium pengolahan film, sarana pengisian suara film, sarana percetakan dan/atau penggandaan film, sarana pengambilan gambar film, sarana penyuntingan film, sarana pemberian teks film, pembuatan film, pertunjukan film, studio rekaman, dan pengedaran film.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif