Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom.
Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom.

Sri Mulyani Pertanyakan Etika dan Iman Orang yang Berkata Kasar soal Utang

Ekonomi utang luar negeri Sri Mulyani
Husen Miftahudin • 19 Juli 2020 14:20
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan terkait pengelolaan keuangan negara, termasuk soal utang. Namun ia sering mendapati banyak pihak-pihak yang menyampaikan kritik soal utang dengan kata-kata kasar.
 
Sri Mulyani mengakui isu utang negara menjadi topik paling menarik untuk dibahas. Namun ia enggan berdebat jika kritik kebijakan utang yang disampaikan bernada benci. Apalagi jika kritikan tersebut dilontarkan dengan kata-kata kasar.
 
"Sampai ngomongnya kasar-kasar itu menurut saya tidak bagus, itu menunjukkan adab sopan santun dan agama Anda sebetulnya. Kalau Anda sering marah-marah itu kayanya etika dan keimanan Anda menjadi pertanyaan yang sangat serius," ketus Sri Mulyani dalam bincang-bincang live di akun instagram pribadinya @smindrawati dikutip Minggu, 19 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengajak masyarakat agar menjadi pribadi yang baik dan tak menganggap utang negara sebagai sebuah stigma. Sebab bila utang tersebut dikelola secara baik, maka dapat menghasilkan kemajuan bagi suatu negara.
 
"Saya sebagai Menteri Keuangan mengelola saja, sama seperti Anda mengelola perusahaan, ada aset, ada ekuitas, ada utang, ada pendapatan, ada biaya. Itu semuanya dikelola secara seimbang sehingga negara tetap jalan atau perusahaan bisa jalan. Kalau dia punya utang, dia bisa membayar kembali sehingga pendapatannya lebih besar lagi dari apa yang dia bayarkan," ungkapnya.
 
Sri Mulyani menegaskan, keuangan negara wajib dikelola secara transparan. Baik itu penerimaan atau pendapatan, kebutuhan atau belanja, hingga pembiayaan dan investasi. Termasuk utang jika pembiayaannya tak mampu mencukupi kebutuhan.
 
Dalam hal ini, jelasnya, utang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan. Tanpa adanya utang, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak akan cukup menutup kebutuhan pembiayaan dalam negeri.
 
"Kita ingin uang negara itu uang rakyat, uang kita semua. Makanya saya sering sebutkan ini uang kita, perlihatkan semuanya, tidak hanya utangnya, pajaknya, belanjanya, dan investasinya. Jadi itu semuanya yang akan membuat kita debatnya menjadi bagus, sehat, tidak ada bencinya, apalagi sampai ngomong kasar-kasar," tutup Sri Mulyani.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif