Pengelolaan Aset Berpotensi Tingkatkan Penerimaan Negara 1,5%
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan pengelolaan aset negara berpotensi memberikan kenaikan terhadap penerimaan negara sebesar 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

"Salah satu studi yang dilakukan IMF bahkan menunjukkan bahwa penggunaan aset suatu negara yang baik berpotensi bisa meningkatkan potensi penerimaan hingga 1,5 persen dari GDP," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah dengan penilaian atas penilaian kembali Barang Milik Negara (BMN). Tentunya pengelolaan BMN harus dilakukan dengan baik, profesional, dan akuntabel.

"Tidak cukup BMN yang ada hanya digunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsi, serta pelayanan umum. Namun, BMN juga diharapkan dapat dikelola dengan maksimal dan berkontribusi bagi penerimaan negara dalam bentuk PNBP," jelas dia.

Ketentuan ini diatur dalam Perpres Nomor 75 tahun 2017 tentang penilaian kembali BMN dan daerah dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/PMK.06/2017 tentang pedoman pelaksanaan penilaian kembali BMN, dan PMK Nomor 111/PMK.06/2017 tentang penilaian BMN dan peraturan teknis lainnya.

Pada 2017-2018, penilaian kembali BMN mengalami kenaikan menjadi  Rp5.728,49 triliun. Padahal sebelumnya hasil pemeriksaan atas BMN sebesar Rp4.190,31 triliun, sedangkan dari nilai buku sebesar Rp1.538,18 triliun pada 2007 lalu.

Pelaksanaan penilaian kembali BMN dimulai pada saat perancangan pada 29 Agustus 2017 dan telah dilaksanakan selesai pada 12 Oktober 2018. Berdasarkan data yang ada, BMN yang telah dilakukan penilaian kembali adalah sebanyak 945.460 nomor urut pendaftaran (NUP).



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id