Pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Biro Pers Sekretariat Wapres.
Pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Biro Pers Sekretariat Wapres.

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Ekonomi indonesia-tiongkok
Theofilus Ifan Sucipto • 26 April 2019 07:48
Jakarta: Indonesia dan Tiongkok kembali memperkuat hubungan kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi dan pendidikan.
 
Hal tesebut diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat kunjungan kerja ke negeri tirai bambu tersebut. Dalam kunjungan itu, JK bertemu dengan Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan.
 
Kalla mengatakan telah berdiskusi dengan Wang Qishan terkait peningkatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok. Pertama, soal kerja sama proyek Belt Road Initiative (BRI). Kalla berharap kerja sama ini berkesinambungan dan didasarkan pada prinsip saling menguntungkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan beberapa prinsip yang penting bagi kerja sama BRI. Misalnya, kata Kalla, kepemilikan mitra kerja sama dan pengintegrasian dalam rencana pembangunan masing-masing negara. Hal ini, lanjutnya, dengan memperhatikan aspek lingkungan, alih teknologi, dan penggunaan tenaga lokal agar tidak muncul instabilitas sosial dan lebih mendorong peran pebisnis daripada peran murni pemerintah.
 
"Indonesia siap menjadi mitra Tiongkok dalam pengembangan berbagai kerja sama termasuk melalui kerja sama BRI," kata JK dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 April 2019.
 
Selain bertemu dengan Wang Qishan, JK juga melakukan kunjungan kehormatan dengan Presiden RRT Xi Jinping di Eastern Great Hall of the People, Beijing. Xi Jinping menyampaikan bahwa tahun depan Indonesia-Tiongkok akan merayakan persahabatan yang ke-70 tahun. Salah satu bentuknya, Tiongkok bakal mengundang para pengusaha Indonesia untuk mengikuti China Export-Import Expo 2020.
 
Terkait dengan defisit perdagangan, Xi Jinping menjanjikan untuk mendorong lebih banyak impor dari Indonesia, termasuk produk pertanian seperti crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Selain soal bisnis, JK dan Xi Jinping juga membahas hal lain yaitu pendidikan.
 
“Dia juga berjanji meningkatkan jumlah beasiswa bagi para mahasiswa Indonesia serta mendorong kerja sama di bidang pendidikan vokasi,” ujar dia.
 
Dalam kesempatan itu, Xi Jinping merasa senang dapat bertemu dengan JK. Dia juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya pemilu di Indonesia dengan lancar beberapa waktu lalu.
 
Xi Jinping mengungkapkan Indonesia berada di posisi yang sangat penting dari jalur sutra kuno dan juga sangat penting untuk ikut pembangunan bersama The Belt and Road, Jalan Sutra Maritim abad ke-21.
 
"Dan waktu saya berkunjung di Indonesia, saya dengan suka cita kedua negara dengan pembangunan bersama Belt and Road kesempatan untuk hubungan bilateral mencapai kemajuan baru dan hasil nyata membawa pembangunan di berbagai bidang," kata Xi Jinping.
 
Dia menjelaskan bahwa saat ini dunia sedang mengalami perubahan yang belum pernah terjadi dalam 100 tahun terakhir. Xi Jinping percaya baik Indonesia dan Tiongkok bakal bahu-membahu menyambut perubahan tersebut.
 
"Kita harus bergandengan tangan untuk menghadapinya. Seperti disebutkan dalam pepatah dari Indonesia: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Saya punya kepercayaan penuh atas hubungan masa depan Indonesia dan Tiongkok," tegas Xi Jinping.

 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif