Japan Bank for International Cooperation (JBIC) tertarik membiayai pembangunan Indonesia dalam bentuk Dana Abadi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Japan Bank for International Cooperation (JBIC) tertarik membiayai pembangunan Indonesia dalam bentuk Dana Abadi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Bank Jepang akan Biayai Pembangunan RI Lewat Dana Abadi

Ekonomi
Desi Angriani • 03 Desember 2019 17:47
Jakarta: Japan Bank for International Cooperation (JBIC) tertarik membiayai pembangunan Indonesia dalam bentuk Dana Abadi (Sovereign Wealth Fund/ SWF). Skema yang sama diterapkan pada investasi dari Uni Emirat Arab.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan investasi tersebut menyangkut program perumahan, pembangunan infrastruktur, serta hilirisasi sektor manufaktur. Minat JBIC itu diutarakan saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.
 
"Presiden tadi menerima gubernur JBIC Maeda dan membahas JBIC yang tertarik pembangunan di Indonesia," kata Ani sapaannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Ani enggan menerka nilai investasi yang akan ditanamkan JBIC tersebut. Ia memastikan investasi Jepang ke Indonesia sangat fleksibel tergantung kebutuhan pemerintah terhadap pembiayaan pembangunan.
 
"Mereka pokoknya, kebutuhan investasi Indonesia yang besar mereka anggap sebagai salah satu negara prioritas dan destinasi. Mereka kan sudah cukup lama di sini," ungkap dia.
 
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan skema dana abadi Jepang akan digabung dengan investasi dari Amerika Serikat (AS). Nilai investasi itu nantinya akan disampaikan oleh Presiden.
 
"Kita bikin soverign wealth fund antara Indonesia dengan Jepang dan Amerika," beber dia.
 
Menurutnya, skema investasi lewat danan abadi yang ditawarkan Indonesia sudah diterapkan sejak lama di Singapura, India, Mesir, Rusia, Arab, Tiongkok hingga Jepang. Karena itu, pemerintah menggunakan skema tersebut demi mengejar ketertinggalan dari segi pendanaan asing.
 
"Kita saja yang belum punya. Jadi sekarang kita ngejar ketertinggalan itu untuk pendanaan-pendanaan dalam berbagai proyek," pungkas dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif