Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: Medcom
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: Medcom

Airlangga: Pilkada Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Ekonomi pilkada Pertumbuhan Ekonomi
Husen Miftahudin • 05 Agustus 2020 17:45
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) bisa menjadi katalis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Maklum, ekonomi RI sepanjang semester I-2020 terkontraksi sebanyak minus 1,26 persen (yoy) sehingga butuh sokongan geliat perekonomian di berbagai bidang.

 
"Kita akan menghadapi pilkada di Desember, dan pilkada itu sendiri akan menjadi faktor pengungkit (pertumbuhan ekonomi) juga," ujar Airlangga dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya kontestasi politik ini menjadi salah satu harapan pemerintah di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Saat ini, pemerintah sedang melakukan berbagai langkah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui jaring pengaman sosial, jaring pengaman sektor riil, sumber pendanaan melalui sistem penjaminan, hingga jaring pengaman sektor keuangan.
 
Airlangga menyebutkan di dalam kontestasi Pilkada 2020 akan ada puluhan triliun dana yang beredar. Untuk penyelenggaraannya, diperkirakan ada sekitar Rp24 triliun dana yang beredar.
 
Kemudian ditambah dengan dana yang akan dikeluarkan oleh para calon bupati, wali kota, hingga gubernur yang berlaga. Diperkirakan dana-dana yang mengalir dari para calon tersebut sebanyak Rp10 triliun.
 
Bila ditotal, maka penyelenggaraan Pilkada 2020 akan ada dana yang beredar sekitar Rp34 triliun hingga Rp35 triliun. Dana yang beredar tersebut diyakini bisa menggenjot konsumsi domestik, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
"Itu tentu akan meningkatkan konsumsi, terutama untuk alat-alat ataupun alat peraga bagi para calon. Termasuk di antaranya masker dan hand sanitizer, serta alat-alat kesehatan lainnya," papar Airlangga.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen secara year on year (yoy). Kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut sebagai dampak dari tekanan pandemi covid-19.
 
Jika dibandingkan kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif 4,19 persen. Sementara secara kumulatif untuk semester I-2020, ekonomi Indonesia tumbuh minus 1,26 persen dibandingkan dengan semester satu tahun lalu.

 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif