Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pertumbuhan Ekonomi di APBNP Diproyeksikan Naik 2,3 Persen

Ekonomi inflasi
Nur Azizah • 05 Mei 2020 12:59
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih positif, yakni 2,97 persen. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi naik 2,3 persen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2020.
 
"Oleh karena itu kita harus terus menjaga pertumbuhan, di mana terlihat dari segi konsumsi turun ke 2,8 persen kemudian kita lihat bahwa juga dari segi pembentukan modal maupun ekspor impor mengalami penurunan," kata Airlangga di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.
 
Menurut dia, penurunan juga terjadi di sektor impor hingga minus 2,19 persen. Sementara itu, inflasi dari bulan ke bulan turun 0,08 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara keseluruhan dan ini lebih rendah dari April tahun lalu dan juga inflasi year on year masih 2,57 persen dan lebih rendah dari tahun lalu," ungkap Ketua Umum Partai Golkar itu.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi mencapai 0,08 persen pada April 2020. Inflasi secara tahun kalender sejak awal 2020 sampai dengan April 2020 yakni 0,84 persen. Secara tahun ke tahun, inflasi pada bulan lalu tercatat mencapai 2,67 persen.
 
"Pergerakan inflasi ini tidak biasa kalau kita bandingkan dengan pola-pola sebelumnya. Kita lihat tahun lalu pada saat memasuki Ramadan yang jatuh pada bulan Mei inflasinya meningkat, tetapi pada tahun ini inflasinya justru melambat," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin, 4 Mei 2020.
 
Suhariyanto menambahkan biasanya saat memasuki Ramadan dan Idufitri, ada kenaikan inflasi karena permintaan barang dan jasa yang meningkat di masyarakat. Namun, pandemi korona (covid-19) saat ini membuat perubahan pola inflasi.
 
Baca: BI: Inflasi April Tetap Rendah dan Terkendali
 
BPS mencatat dari 90 kota yang dipantau, 39 kota mengalami inflasi, sedangkan 51 kota lainnya terjadi deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau Sulawesi Tenggara 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Cirebon, Depok, dan Balikpapan 0,02 persen.
 
"Deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 0,92 persen. Di Pangkal Pinang ini penyebabnya penurunan tarif angkutan udara dan deflasi terendahnya terjadi di Bogor dan Semarang yaitu 0,02 persen," jelas Suhariyanto.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif