Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
Ekonomi Indonesia. Foto : MI.

Imbas Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Minus 2,2% di 2020

Ekonomi Ekonomi Indonesia covid-19
Eko Nordiansyah • 11 Januari 2021 14:12
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan minus 2,2 persen. Kontraksi ekonomi ini disebabkan oleh dampak pandemi covid-19 yang belum berakhir sampai saat ini.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan mayoritas negara ASEAN seperti Malaysia minus enam persen, Filipina minus 8,3 persen, Thailand minus 7,1 persen, dan Singapura minus enam persen.
 
"Sementara itu, dibanding negara-negara G20 seperti Perancis minus 9,8 persen, Jerman minus enam persen, India minus 10,3 persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih baik. Hanya Tiongkok yang tumbuh positif 1,9 persen," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya penanganan pandemi covid-19 menyebabkan terganggunya mobilitas yang berujung pada penurunan aktivitas ekonomi. Di kuartal I, pertumbuhan ekonomi Indonesia langsung terdampak setelah di beberapa tahun sebelumnya selalu berada di kisaran lima persen.
 
"Pada kuartal selanjutnya, Indonesia menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat untuk meminimalisir penyebaran kasus covid-19 yang menyebabkan ekonomi nasional terkontraksi sebesar minus 5,32 persen," ungkapnya.
 
Sementara pada kuartal III, seiring dengan pelonggaran PSBB, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan titik pembalikan meskipun masih terkontraksi minus 3,49 persen. Namun eskalasi covid-19 sampai dengan akhir tahun yang relatif tinggi masih memberikan tekanan pada kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Meski begitu, kondisi ekonomi di akhir tahun terus menunjukkan tren pemulihan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, sebagai salah satu indikator aktivitas perekonomian mulai menunjukkan angka ekspansif di akhir tahun yaitu sebesar 51,3.
 
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami penguatan dan semakin stabil seiring membaiknya aliran modal di akhir tahun," pungkas dia.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif