Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP

Sri Mulyani: Pinjaman Bank Dunia untuk Darurat Bencana Alam

Ekonomi Bank Dunia Sri Mulyani pinjaman luar negeri Dana Bencana
Antara • 23 Januari 2021 18:06
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pinjaman dari Bank Dunia sebesar USD500 juta atau setara Rp7,02 triliun (kurs Rp14.050) akan digunakan sebagai dana darurat bencana alam. Hal tersebut seiring masifnya peristiwa bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia baru-baru ini.

"Dukungan ini akan membantu pemerintah menjalankan respon secara lebih tepat sasaran dan tepat waktu, mengurangi dampak bencana dan menjaga kemajuan pembangunan yang telah dicapai," katanya di Jakarta, Sabtu, 23 Januari 2021.
 
Ia menjelaskan kesiapan keuangan terhadap bencana, guncangan iklim, dan krisis kesehatan seperti covid-19 menjadi semakin penting demi mengurangi ancaman terhadap kemajuan pembangunan.
 
Selama ini, pemerintah telah menghabiskan USD90-USD500 juta setiap tahun untuk tanggap dan pemulihan bencana. Dalam periode sama, pemerintah daerah juga telah menghabiskan sebanyak USD250 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, biaya yang harus dikeluarkan untuk bencana diperkirakan terus meningkat, akibat perubahan iklim dan pertumbuhan kawasan perkotaan, sehingga dapat menambah beban belanja pemerintah.
 
"Untuk itu, perencanaan atas tanggapan keuangan yang efektif pasca guncangan akibat bencana dan iklim akan membantu melindungi anggaran maupun masyarakat secara keseluruhan," terang dia.
 
Sri Mulyani menambahkan dengan mengurangi dampak bencana tersebut, perencanaan ini dapat membantu melindungi masyarakat miskin maupun rentan, yang kerap harus menanggung akibat terberat dari bencana.
 
Saat ini, sebagian besar dari masyarakat miskin dan rentan tinggal di wilayah berisiko dan tidak memiliki cukup akses kepada berbagai layanan dasar maupun sumber daya keuangan untuk mengatasi dampaknya.
 
Proyek baru tersebut akan mendukung Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana yang diterapkan oleh pemerintah, serta penguatan ketahanan fiskal dan keuangan Indonesia melalui suatu dana Pooling Fund Bencana (PFB).
 
"Pooling Fund ini akan menjadi mekanisme utama penyaluran dana pasca-bencana dari berbagai sumber dengan memanfaatkan pasar asuransi dalam negeri maupun internasional untuk penyiapan kapasitas keuangan sebagai penyangga," pungkas dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif