Ilustrasi perkiraan pertumbuhan ekonomi RI - - Foto: Grafis Medcom
Ilustrasi perkiraan pertumbuhan ekonomi RI - - Foto: Grafis Medcom

Proyeksi Lembaga Internasional untuk Ekonomi RI Tahun Ini

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi asean ekonomi global
Eko Nordiansyah • 30 Oktober 2020 15:46
Jakarta: Sejumlah lembaga internasional memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkontraksi pada tahun ini. Perkiraan pertumbuhan ekonomi RI sejalan dengan ekonomi global yang juga diprediksi tumbuh negatif.

Terbaru, Organisasi internasional The ASEAN + 3 Macroeconomic Research Office (AMRO) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mengalami kontraksi sebesar minus 1,7 persen.
 
Kepala Ekonom The AMRO Sumio Ishikawa mengatakan perkiraan kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 ini dikarenakan langkah-langkah pembatasan mobilitas untuk mengurangi penyebaran covid-19 yang telah menekan aktivitas ekonomi domestik.
 
"Meskipun demikian, tingkat kontraksi lebih moderat dibandingkan dengan negara lain di kawasan," kata Ishikawa, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum AMRO, sejumlah lembaga seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dan Bank Pembangunan Asia (ADB) juga telah memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif.
 
Pada Oktober ini, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 1,5 persen. Sementara Bank Dunia memperkirakan antara minus dua persen sampai minus 1,6 persen, OECD memproyeksi paling dalam yaitu minus 3,3 persen, dan ADB memperkirakan minus satu persen.
 
Sementara itu, Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi antara minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen tahun ini. Proyeksi ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar minus 1,1 persen sampai dengan 0,2 persen.
 
"Kalau dilihat, konsumsi dan investasi sudah mulai menunjukkan perbaikan. Konsumsi pemerintah sudah bekerja lebih keras di kuartal III, kita meningkat hampir dekati 18,8 persen. Ini kontributor untuk angka ekonomi ke nol persen bahkan zona positif. Kita harap ekspor dan lain-lain mulai positif juga," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam videoconferencedi Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif