Deputi Gubernur BI Sugeng (kiri) memimpin serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng dari Hamid Ponco Wibowo (kanan) kepada Soekowardoyo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Budi Arista)
Deputi Gubernur BI Sugeng (kiri) memimpin serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng dari Hamid Ponco Wibowo (kanan) kepada Soekowardoyo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Budi Arista)

BI Jateng Rombak 18 Pejabat

Ekonomi inflasi bank indonesia
Budi Arista Romadhoni • 15 Maret 2019 13:38
Semarang: Bank Indonesia (BI) merombak 18 pejabat, salah satunya Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah dari Hamid Ponco Wibowo kepada Soekowardojo.
 
Hamid Ponco Wibowo dipindah dari Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah ke DKI Jakarta. Sementara Seokowardojo sebelumnya Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara.
 
Deputi Gubernur BI Sugeng saat memimpin serah terima jabatan mengatakan, pejabat yang memimpin diharapkan bisa menekan inflasi di Jawa Tengah, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kepada Pak Soekowardoyo, kami berharap amanah di Jawa Tengah bisa dilakukan dengan baik. Pengalaman di Manado, bisa dilakukan untuk membantu Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) di sini," katanya di Kantor Perwakilan BI Jateng, Semarang, Jumat, 15 Maret 2019.
 
Menurutnya, 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Selain memburuknya ekonomi global, nilai tukar rupiah juga anjlok.
 
"Kita patut bersyukur bahwa di tengah perekonomian global yang tidak kondusif, kinerja perekonomian Indonesia masih cukup baik. Pertumbuhan ekonomi 2018 tercatat sebesar 5,17 persen," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi.
 
"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ini disertai penekanan inflasi. Dari 4,5 persen, tahun ini akan ditekan hingga tiga persen, di Jawa Tengah ini luar biasa, inflasi bisa ditekan 1,57 persen," bebernya.
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku BI merupakan partner pemerintah daerah untuk menekan inflasi di Provinsi Jateng.
 
"Kehadiran BI sangat lah penting bagi kami di Jawa Tengah. Seperti kemarin harga cabai, dari petani saya borong, akhirnya tengkulaknya marah. Karena kita beli dari Rp8.000 menjadi Rp18 ribu," terangnya.
 
Ganjar berharap sinergi menekan inflasi di Jawa Tengah bisa terus berlanjut. Selain itu, menurutnya BI banyak memberikan dukungan seperti memberikan sistem ekonomi dan peralatan teknologi untuk para petani.
 
"Saya berharap kerja sama ini terus bisa berjalan Pak Suko. Apalagi menghadapi hari besar, kita kompak, dari kepolisian juga aktif, kita terbuka untuk kerja sama," ucapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif