Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin)

BI Ramal Inflasi Mei 0,51%

Ekonomi inflasi bank indonesia
Husen Miftahudin • 17 Mei 2019 15:23
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi perkembangan harga pada Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 0,51 persen secara bulan ke bulan atau month to month (mtm). Hal ini terungkap berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan bank sentral hingga pekan ketiga bulan ini.
 
"Berdasarkan survei pemantauan harga minggu ketiga bulan Mei 2019, perkiraan kami untuk bulan Mei itu inflasinya 0,51 persen month to month. Kemudian year on year-nya 3,14 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Perry mengungkapkan, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Di antaranya cabai merah, bawang putih, daging ayam, telur, dan cabai. "Tapi ada sejumlah barang yang juga deflasi turun yaitu bawang merah, beras, dan tomat sayur," ungkap Perry.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, bank sentral memprediksi tarif angkutan udara terjadi inflasi sebesar 1,04 persen (mtm). Meskipun demikian, proyeksi BI terhadap tingkat inflasi tarif angkutan udara bulan ini lebih terkendali ketimbang April 2019.
 
"(Inflasi tarif angkutan udara di Mei 2019) itu lebih (rendah) dari inflasi tarif angkutan udara di bulan April yang tercatat 2,27 persen (mtm). Jadi kalau dilihat inflasi dari tarif angkutan udara, itu sudah menurun," jelasnya.
 
Perry menegaskan sumbangan tarif angkutan udara itu terhadap inflasi bulan ini relatif kecil. "Inflasi sampai minggu ketiga kan 1,04 persen. Sumbangan (tarif angkutan udara) ke inflasi itu hanya 0,01 persen," tutur Perry.
 
Secara historis, ucap Perry, inflasi di Ramadan tahun ini masih lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, pola historis inflasi pada bulan Ramadan hampir mencapai satu persen.
 
Terkait pengendalia inflasi, bank sentral terus melakukan koordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Indonesia. Perry telah menginstruksikan kepada seluruh kantor-kantor perwakilan Bank Indonesia yang ada di daerah.
 
"Kami sudah instruksikan kepada seluruh kantor-kantor perwakilan kami untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra kerja dalam rangka pengendalian inflasi maupun juga untuk menyediakan ketersediaan uang yang beredar. Termasuk uang pecahan kecil untuk memfasilitasi dan juga dukungan kepada masyarakat dalam bulan Ramadan maupun nanti menyambut hari raya Idulfitri," pungkas Perry.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif