Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS
Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS

Peneliti: Kebijakan Pro-Investasi Tekan Potensi Resesi

Ekonomi pertumbuhan ekonomi investasi ekonomi indonesia
Antara • 01 November 2019 12:02
Jakarta: Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menyatakan kebijakan pro-investasi kalau benar-benar dijalankan secara konsisten oleh pemerintah bakal menekan potensi resesi akibat ketidakpastian global.
 
"Pemerintah perlu terus meningkatkan kebijakan pro-investasi untuk mendorong masuknya foreign direct investment ke dalam negeri," kata Pingkan, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
 
Pingkan mengingatkan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) merevisi pertumbuhan ekonomi global dari 3,2 persen menjadi 2,9 persen. Sebelumnya hal serupa juga sudah dilakukan oleh dua lembaga keuangan dunia lainnya, yaitu Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, terjadinya revisi pada perkiraan pertumbuhan ekonomi global nampaknya sudah sangat jelas terjadi sebagai dampak dari volatilitas keadaan pasar di tengah gejolak ekonomi global. Bahkan, ketegangan geopolitik dan beberapa faktor yang disebutkan sebelumnya memang bergerak sangat dinamis pada paruh pertama tahun ini.
 
"Sehingga membuat badan-badan ekonomi internasional tersebut melakukan proyeksi ulang berdasarkan dengan perkembangan situasi yang ada. Hal ini pun kian memperkuat premis akan adanya resesi global dalam waktu dekat," jelasnya.
 
Kendati demikian, lanjutnya, pemerintah di bawah arahan Menteri Keuangan sudah menyadari betul akan adanya ancaman dari perkembangan ekonomi global yang kian tidak menentu. Oleh sebab itu, ujar dia, APBN 2020 disusun dengan mempertimbangkan aspek internal dan eksternal.
 
Hal ini menjadi sebuah langkah strategis yang ditempuh pemerintah untuk melanjutkan reformasi struktur perekonomian nasional yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan SDM berdaya saing global.
 
Presiden Jokowi, lanjut Pingkan, juga telah menekankan bahwa Indonesia harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang tengah dihadapi oleh bonus penduduk usia angkatan kerja.
 
"Presiden juga mengingatkan supaya jangan ada pihak yang alergi terhadap investasi. Semua hal menghambat investasi semuanya harus dipangkas, termasuk hal-hal terkait perizinan dan pungutan liar," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif