Gaji-Tunjangan Tinggi Bukan Jaminan Pegawai Pajak tak Bandel

Suci Sedya Utami 20 April 2018 21:09 WIB
pnsditjen pajak
Gaji-Tunjangan Tinggi Bukan Jaminan Pegawai Pajak tak Bandel
Dirjen Pajak Robert Pakpahan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Mataram: Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menyayangkan adanya pegawai pajak yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) akibat memeras wajib pajak, namun dirinya menegaskan perilaku pemerasan tersebut bukanlah dikarenakan oleh gaji yang tak mencukupi.

Robert mengatakan gaji beserta tunjangan tidak menjadi jaminan bagi fiskus untuk tak menyalahgunakan tugasnya sebagai pelayan pajak. Dirinya mengatakan tindakan pemerasan yang dilakukan pegawai pajak tersebut tak mengenal beras kecilnya penghasilan yang dibawa pulang (take home pay).

"Kalau yang mau bandel itu dikasih gaji berapa saja juga tetap bandel," kata Robert di Mataram, Jumat, 20 April 2018.

Robert pun tak bisa menakar berapa ideal penghasilan fiskus untuk bisa menekan tindakan penyalahgunaan tugas. Menurut mantan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ini, penghasilan pegawai pajak saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kalau ditanya ideal, semakin besar semakin ideal. Take home pay yang diterima sekarangg harusnya cukup, jadi enggak ada alasan sekarang ini saya terancam hidup karena penghasilan kurang sehingga harus lakukan itu," jelas dia.

Sebelumnya Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung melakukan OTT pada pegawai pajak KPP Pratama Bangka Belitung, Ramli Anwar setelah memeras seorang wajib pajak sebesar Rp50 juta. Pemerasan tersebut dilakukan sebagai pemulus untuk meloloskan pajak wajib pajak sebesar Rp700 juta.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360