Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok Kemenko Ekonomi
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok Kemenko Ekonomi

Airlangga Ramal Ekonomi Kuartal II Tumbuh 4%

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia Airlangga Hartarto
Despian Nurhidayat • 11 Mei 2022 12:58
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini berada pada kisaran 3,5-4 persen. Perkiraan ini didasari oleh capaian positif pertumbuhan ekonomi kuartal I yang sebesar 5,01 persen.
 
"Kuartal I-2022 kita tumbuh 5,01 persen secara tahunan (yoy). Ini lebih tinggi dari negara lain termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, dan kita hanya di bawah sedikit dari Vietnam. Dari IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) dan dari behavior selama Ramadan dan mudik, diperkirakan kuartal II-2022 akan mencapai 3,5-4 persen," ungkapnya dalam acara Green Economy Indonesia Summit 2022 secara virtual, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Menurut Airlangga, saat ini motor dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2022 tidak lagi berasal dari belanja pemerintah, dengan realisasi program perlindungan sosial dikatakan sudah menurun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ekspor, impor dan investasi dikatakan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2022 ini, dan PMI manufaktur juga mencatatkan capaian positif sehingga sektor produksi terus ekspansi.
 
"Salah satu yang menjadi engine of growth kita di kuartal I-2022 tidak lagi dari belanja pemerintah karena perlinsos (perlindungan sosial) sudah turun, tetapi kegiatan ekspor dan impor serta investasi yang dilakukan masyarakat. Kita lihat juga PMI positif sehingga sektor produksi terus ekspansi," tambah Airlangga.
 
Airlangga menegaskan, capaian ini juga tidak terlepas dari penangan covid-19 di Indonesia yang semakin baik. Meskipun Indonesia memperbolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran, tidak terjadi lonjakan kasus.
 
"Walaupun ada mudik dari 80 juta masyarakat, namun dari indikasi monitor hari ini tidak ada lonjakan kasus, walaupun dari data sebelumnya pasti terjadi kenaikan kasus tapi saat ini tidak ada, dan perlu diketahui kenaikan kasus itu kaitannya dengan adanya varian baru yakni delta dan Omicron. Kita berharap tidak ada varian baru yang berkembang," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif