Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah

Ekonomi RI Ditaksir Masih Bergairah Meski Global Melemah

Ekonomi ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 04 Februari 2020 07:43
Jakarta: Perekonomian Indonesia tahun ini diperkirakan masih bergairah meskipun perkiraan ekonomi global mengalami pelemahan. Pertumbuhan ekonomi diprediksi masih menyentuh angka lima persen, atau di atas pertumbuhan ekonomi negara maju.
 
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan ekonomi Amerika Serikat, Eropa, Inggris, India, hingga Singapura akan menurun. Sementara Tiongkok bakal mengalami kesulitan setelah menyebarnya virus korona yang menyebabkan perekonomiannya terhambat.
 
"Indonesia flat 5,2 persen tahun lalu, tahun ini lima sampai 5,5 persen. Kondisi ekonomi lima persen itu pertumbuhan yang oke di antara G20," kata dia di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin malam, 3 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan sekitar lima persen tahun ini cukup optimistis. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah mencari cara agar menyokong pertumbuhan ekonomi bisa berada di atas lima persen.
 
"Harapannya lebih dari lima persen, ini menjadi tantangannya, bagaimana membuat itu? Masalahnya ekonomi kita kalau tumbuh cepat kita disergap sama impor, kalau ekonomi tumbuh cepat biasanya impor juga naik, ini karena ketergantungan impor pada konsumsi maupun barang bahan baku dan modal," jelas dia.
 
Kenaikan impor ini, lanjut Suahasil, akan mendorong defisit baik untuk neraca perdagangan maupun neraca pembayaran. Sementara untuk mengatasi defisit transaksi berjalan (CAD) pemerintah harus berupaya menarik investasi asing masuk ke Indonesia.
 
"Kalau CAD defisit harus dicari sumber pembiayaan yaitu portofolio inflow, tapi gampang masuk gampang keluar. Kalau mau cari FDI biasanya mikirnya panjang mengenai kemudahan berusaha, dia mencari kemudahan perizinan, dia mencari pasarnya ada, ini PR serius di sektor riil kita," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif