Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.

Pemerintah Kaji Ulang Pembayaran THR dan Gaji ke-13

Ekonomi pns tunjangan hari raya
Husen Miftahudin • 06 April 2020 19:06
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku pemerintah sedang mempertimbangkan kembali pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini mengingat adanya tekanan pada pendapatan negara imbas merebaknya pandemi virus korona (covid) di Indonesia.
 
"Kami bersama Presiden sedang mempertimbangkan kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13, apakah perlu dipertimbangkan lagi mengingat beban negara meningkat," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR secara virtual di Jakarta, Senin, 6 April 2020.
 
Menurut Sri Mulyani, langkah ini sebagai respons atas menurunnya penerimaan negara sebanyak 10 persen di sepanjang 2020. Sementara di sisi lain, belanja pemerintah terus meningkat seiring dengan kenaikan kebutuhan, utamanya untuk sektor jaminan sosial dan kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan pos-pos belanja yang bisa ditekan. Anggaran belanja pemerintah akan difokuskan pada sektor kesehatan, jaring pengaman sosial atau social safety nett, dan insentif fiskal dalam membantu dunia usaha.
 
"Penghematan belanja negara sekitar Rp190 triliun. Masih menggunakan skenario hingga awal april, yakni kementerian dan lembaga bisa dikurangi Rp95,7 triliun, TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) Rp94,2 triliun. Selain itu sudah masuk realokasi cadangan belanja Rp54,6 triliun untuk tahap satu dan dua," jelas dia.
 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan instruksi Presiden dalam meningkatkan pos-pos belanja seperti untuk sektor kesehatan dengan menambah anggaran sebesar Rp75 triliun. Kemudian tambahan anggaran untuk jaring pengaman sosial sebanyak Rp110 triliun dan insentif fiskal dalam membantu dunia usaha ditambah Rp70,1 triliun.
 
Secara total, pemerintah sudah menganggarkan sebanyak Rp436,1 triliun pada tiga stimulus fiskal untuk penanganan covid-19. Stimulus pertama pemerintah menganggarkan Rp8,5 triliun, kemudian angkanya naik menjadi Rp22,5 triliun untuk stimulus kedua, dan melonjak menjadi Rp405,1 triliun pada stimulus ketiga.
 
"Kalau dihitung dari stimulus satu, dua, dan tiga, total dukungan kita sudah mencapai 2,5 persen dari growth domestic product (GDP)," tutup Sri Mulyani.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif