RUU Konsultan Pajak Diharapkan Genjot Pendapatan Negara
Ilustrasi kantor pelayanan pajak (Foto:Antara/Hafidz Mubarak A)
Jakarta: DPR RI tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Konsultan Pajak. Diharapkan, rancangan aturan tersebut bisa meningkatkan penerimaan pajak negara. 

"Tapi kalau dari hasil kajian, pengaruhnya tidak signifikan. Itu patut dipertimbangkan untuk diteruskan atau tidak,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Totok Daryanto.

Politikus PAN itu menjelaskan, unsur penting dari RUU ini adalah memberikan edukasi dan informasi kepada para wajib pajak, sehingga dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak dalam menunaikan kewajiban membayar pajak.

"Kemudian juga bagaimana cara mengisi, menghitung memenuhi kewajiban pajak, itu salah satu tugas pokok dari pemerintah yang tidak boleh ditinggalkan, yang harus ditingkatkan supaya tingkat penerimaan pajak kita menjadi lebih baik,” ujarnya.

Salain itu, yang juga menjadi pembahasan serius dari RUU ini adalah sifat dari konsultan tersebut, yaitu terbuka atau tertutup. Sebab, jika tertutup, maka tidak boleh ada pihak lain yang melakukan fungsi konsultasi pajak selain yang sudah diatur dalam UU. 

"Tapi kalau itu bersifat terbuka, berarti boleh dilakukan oleh siapa pun, cuma untuk hal-hal tertentu mungkin perlu dilakukan oleh lembaga atau orang yang diatur oleh UU,” ujarnya.



(ROS)