Pemerintah Rumuskan Strategi Kurangi Defisit Neraca Perdagangan
Gedung Kemenko Perekonomian (Foto: dokumentasi Setkab)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordiator bidang Perekonomian terus berupaya untuk segera menyudahi defisit neraca perdagangan Indonesia. Hal itu bukan tanpa alasan lantaran sampai dengan Mei, neraca perdagangan masih tercatat mengalami defisit sebesar USD2,83 miliar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pihaknya akan membentuk kelompok kerja (working group). Nantinya kelompok kerja ini akan merumuskan prioritas ekspor dan mengurangi impor. Upaya tersebut penting dilakukan dalam rangka menyehatkan struktur perekonomian.

"Apa saja yang perlu dilakukan untuk mempercepat kenaikan ekspor. Apa itu barangnya, jangan tanya dulu barangnya karena tadi baru mulai diidentifikasi. Kedua, kalau impornya yang bisa agak diperlambat yang mana saja," kata Darmin, di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Juli 2018.



Dirinya menambahkan langkah ini diambil sebagai antisipasi perkembangan global yang terjadi di antaranya perang dagang dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu, perkembangan mata uang rupiah juga dipantau karena tertekan oleh dolar Amerika Serikat (USD).

"Karena tekanan terhadap mata uang kita selain karena perang dagang dan kenaikan bunga AS, itu juga datang dari karena neraca dagang kita yang negatif. Kalau transaksi berjalan banyak yang negatif tapi neraca dagang yang negatif enggak banyak," jelas dia.

Untuk itu, Darmin juga akan memanggil sejumlah menteri guna membahas taskforce working group ini. Setelah bertemu dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menko Darmin akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

"Jadi, kita memang sedang mengumpulkan semua informasi dan pemikiran. Nanti berikutnya kita akan bentuk taskforce untuk merumuskan lebih persis apa saja yang perlu dilakukan di bidang ekspor dan impor," pungkasnya.

 



(ABD)