Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah

Pemerintah Bidik Rp2 Triliun dari SBR009

Ekonomi surat utang kementerian keuangan
Eko Nordiansyah • 29 Januari 2020 11:22
Jakarta: Pemerintah menargetkan dana sebesar Rp2 triliun dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN) ritel, Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR009. Penerbitan obligasi ritel ini dimaksudkan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
 
"Targetnya SBR009 ini Rp2 triliun," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman dalam peluncuran SBR009 di Kuningan City, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Obligasi ritel ini ditujukan kepada investor individu secara online (e-SBN) dengan tingkat kupon mengambang minimal 6,30 persen. Adapun minimum pemesanan SBR007 mulai dari Rp1 juta sampai dengan maksimal Rp3 miliar. Penetapan hasil penjualan akan dilakukan pada 17 Februari 2020, setelmen pada 19 Februari 2020, dan jatuh tempo pada 10 Februari 2022.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama pada 19 Februari 2020 sampai dengan 10 Mei 2020 adalah sebesar 6,30 persen, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar lima persen ditambah spread tetap 130 bps atau 1,30 persen.
 
Sementara tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo. Penyesuaian tingkat kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 130 bps atau 1,30 persen.
 
Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran kupon pertama kali adalah 10 April 2020, sedangkan periode pengajuan early redemption dibuka pada 24 Februari hingga 4 Maret 2021 dengan nilai maksimal sebesar 50 persen dari transaksi pembelian.
 
Proses pemesanan pembelian SBR009 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen/konfimasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan 22 mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.
 
Mitra-mitra distribusi yang ditetapkan yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank UOB Indonesia.
 
Selain itu, ada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Captile (Tanamduit), PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT Investree Radhika Jaka (Investree) dan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif