Illustrasi minyak. Foto : AFP.
Illustrasi minyak. Foto : AFP.

Selama Jalur Minyak Aman, Konflik Timur Tengah Tak Berimbas ke Indonesia

Ekonomi ekonomi global
Annisa ayu artanti • 13 Januari 2020 16:31
Jakarta: Gejolak ekonomi global seperti konflik antara Amerika Serikat dan Iran diprediksi tidak akan berdampak besar bagi perekonomian Tanah Air sepanjang jalur pengiriman minyak dari Timur Tengah tetap terbuka.
 
Hal itu dikatakan Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi lantaran gejolak yang terjadi di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat telah menewaskan Jenderal besar Iran sempat menyebabkan naiknya harga minyak dunia.
 
Kenaikan harga minyak dunia naik akan berdampak pembengkakan defisit neraca perdagangan. Selama ini, kontributor terbesar defisit perdagangan domestik berasal dari neraca minyak dan gas (migas).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari-November 2019, total ekspor migas sebesar USD11,442 miliar, sedangkan impor migas tercatat sebesar USD19,752 miliar, sehingga ada defisit sebesar USD8,31 miliar. Jika digabungkan dengan ekspor-impor non migas defisit perdagangan Indonesia secara total sebesar USD3,1 miliar.
 
"Menurut Bahana dampak konflik AS-Iran tidak akan memberi dampak yang besar, sepanjang selat Hormuz sebagai jalur pengiriman minyak dari Timur Tengah tetap dibuka," kata Lucky dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Januari 2020.
 
Lucky menjelaskan kenaikan harga minyak dunia terjadi baru akan memberi dampak negatif bagi perekonomian Tanah Air, seperti sentiment negatif bagi nilai tukar, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja keuangan.
 
"Seperti perusahaan dari sektor semen, obat-obat-obatan, dan konsumer karena banyak menggunakan komponen impor," tukas dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif