Anggota Komisi XI DPR-RI Mukhamad Misbakhun. (FOTO: Medcom.id/Nur Azizah)
Anggota Komisi XI DPR-RI Mukhamad Misbakhun. (FOTO: Medcom.id/Nur Azizah)

Memacu Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi pertumbuhan ekonomi
21 Mei 2019 11:43
Medan: Pemerintahan Presiden Jokowi pada periode 2019-2024 mendatang harus mampu memacu pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen melalui investasi.
 
Kunci penting untuk memacu investasi ialah membentuk tim ekonomi pemerintah yang benar-benar bisa dipercaya dan memahami visi Presiden Ketujuh RI tersebut.
 
Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR-RI Mukhamad Misbakhun dalam sebuah diskusi di Medan, kemarin. Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin itu menambahkan, tim ekonomi pemerintahan periode 2019-2024 harus mengerti pasar secara riil. "Yaitu bagaimana regulasi bisa berjalan dan mewujudkan cita-cita Presiden Jokowi," ujar Misbakhun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Direktur Indosterling Aset Manajemen F Stevan Purba menilai kondisi fundamental Indonesia saat ini masih baik meski ada pengaruh eksternal akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
"Investasi infrastruktur berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen dan masih butuh lebih banyak lagi," ujarnya.
 
Namun, kata Stevan, ada hal lain yang memerlukan perhatian serius, yakni infrastruktur lunak yang dapat melengkapi kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Meningkatnya infrastruktur yang diiringi dengan infrastruktur lunak lalu dipadukan dengan teknologi bisa digunakan untuk membangun infrastruktur ke depan," katanya.
 
Terkait ini, Hanlim Power siap investasi membangun pembangkit listrik tenaga gas berskala besar di Sumatra Utara (Sumut). Wagub Sumut, Musa Rajekshah, menuturkan CEO/Chairman Hanlim Coorporation sudah bertandang ke Sumut.
 
Setelah melihat beberapa tempat, Hanlim menyatakan keinginannya membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 4,8 giga watt di Sumut dengan nilai investasi sekitar USD5,5 miliar. Wagub Musa memastikan, pihaknya sangat mendukung karena dapat mendorong percepatan pembangunan di daerahnya. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif