Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Penutupan Pemerintahan AS Tidak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 03 Januari 2019 07:18
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai shutdown atau penutupan sebagian lembaga Pemerintahan Amerika Serikat (AS) tak banyak memberi pengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Adapun keputusan untuk menutup pemerintahan tersebut pada akhirnya memberi efek terhadap pertumbuhan ekonomi negeri Paman Sam.

"Tidak mungkin kebijakan fiskal AS itu terus menerus berekspansi," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Kendati demikian, lanjutnya, penutupan tersebut tentunya sedikit banyak memberi dampak bagi perekonomian AS maupun beberapa negara. Misalnya, tidak adanya stimulus fiskal menyebabkan pertumbuhan ekonomi AS tidak tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Diperkirakan 2019 pertumbuhan ekonomi AS turun dari 2,5 persen menjadi dua persen," kata perry. Jika berlangsung lama, masih kata Perry, penutupan juga akan menurunkan kepercayaan diri pelaku pasar terhadap kinerja ekonomi AS. Imbasnya beberapa kali terjadi koreksi harga saham yang berpengaruh pada keuangan global.

Sementara itu, Kepala Staf Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney menjelaskan lamanya penutupan sebagai dampak dari ditolaknya proposal pengajuan dana Presiden AS Donald Trump untuk membangun tembok perbatasan. Di sisi lain, pemimpin minoritas Partai Demokrat di DPR Nancy Pelosi sengaja menghentikan upaya negosiasi.

Penutupan sebagian lembaga pemerintahan yang dimulai pada Sabtu, 22 Desember lalu berimbas pada seperempat Kantor Federal, sembilan Departemen AS tingkat Kabinet, dan lusinan lembaga, termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, Transportasi, Interior, Pertanian, Negara, dan Keadilan.

Pertemuan Senat Gedung Putih tidak berhasil memecah kebutuhan atas proposal pendanaan tembok perbatasan dengan Meksiko yang menjadi inti dari kampanye Trump pada 2016. Senat AS tak kunjung menyepakati anggaran sebesar USD5,7 miliar atau sekitar Rp82,5 triliun yang diajukan Trump.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi