Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Ekonomi Bergerak Pajak Meningkat

Ekonomi ekonomi indonesia penerimaan pajak
04 Januari 2019 11:14
Jakarta: Fondasi perekonomian dalam negeri dinilai baik. Hal itu dibuktikan dengan tumbuhnya penerimaan pajak pada 2018.

"Tidak mungkin ada penerimaan kalau kegiatan ekonomi kontraksi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2018.

Menkeu mengungkapkan peningkatan kegiatan ekonomi dari berbagai sektor telah membantu pencapaian penerimaan pajak sebesar Rp1.315,9 triliun, atau 92,4 persen dari target Rp1.424 triliun pada 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ia menjelaskan kegiatan ekonomi yang kuat tersebut terlihat dari membaiknya penerimaan pajak di berbagai sektor, yang rata-rata mengalami pertumbuhan persentase atau nominal, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. "Penerimaan negara kita sangat kuat karena didukung pertumbuhan double digit di semua sektor yang berarti ada fondasi ekonomi yang baik," ujarnya.

Menurut dia, sektor utama yang menjadi penyumbang utama penerimaan pajak hingga akhir 2018, yaitu industri pengolahan Rp363,6 triliun atau tumbuh 11,12 persen, perdagangan Rp234,46 triliun, atau tumbuh 23,72 persen, serta jasa keuangan dan asuransi Rp162,15 triliun, atau tumbuh 11,91 persen.

"Sektor pertambangan tercatat tumbuh tinggi dalam periode ini, yaitu mencapai 51,15 persen, meski nominal penerimaan pajak yang disumbangkan hanya sekitar Rp83,51 triliun," kata Sri Mulyani.

Dari jenis pajak, penerimaan pajak berasal dari pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN DN) Rp334,21 triliun, atau tumbuh 6,57 persen, pajak penghasilan (PPh) badan Rp255,37 triliun, atau tumbuh 22,63 persen, dan PPN impor Rp186,26 triliun, atau tumbuh 24,98 persen.

Selain penerimaan pajak nonmigas, kata Sri Mulyani, pemerintah mendapatkan penerimaan dari sumber daya alam seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia seperti minyak bumi dan batu bara. Kenaikan harga komoditas itu, kata dia, menyumbangkan pendapatan kepada PPh migas sebesar Rp64,7 triliun, atau 169,6 persen dari target Rp38,1 triliun, serta penerimaan negara bukan pajak dari sektor migas sebesar Rp143,3 triliun, atau 178,3 persen dari target Rp80,3 triliun.

Perbaiki Neraca

Secara keseluruhan, kontribusi pajak nonmigas dan migas telah memberikan penguatan terhadap penerimaan negara pada 2018 yang tercatat mencapai Rp1.942,3 triliun, atau 102,5 persen dari target Rp1.894,7 triliun. Penerimaan negara yang telah melampaui target tersebut merupakan pencapaian tertinggi sejak 2012. Realisasi belanja mencapai hampir 100 persen, yaitu Rp2.202,2 triliun, atau 99,2 persen dari target APBN 2018.

Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan capaian pada anggaran 2018 akan menjadi masukan dalam pelaksanaan APBN 2019, termasuk yang berkaitan dengan pembiayaan utang. "(APBN) 2019 akan dijalankan dulu. Tentunya hasil 2018 akan menjadi masukan dalam pelaksanaan APBN 2019," katanya kepada Media Indonesia, Kamis, 3 Januari 2018.

Untuk diketahui, pencapaian penerimaan negara yang positif tersebut membuat defisit anggaran hanya mencapai 1,76 persen dari target APBN sebesar 2,19 persen. Itu yang kemudian memperbaiki neraca keseimbangan primer dari negatif Rp87,3 triliun menjadi negatif Rp1,8 triliun. (Media Indonesia)

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi