Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin

BI: Pemulihan Ekonomi Terwujud di 2021

Ekonomi Bank Indonesia Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 03 Desember 2020 15:28
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pemulihan ekonomi nasional akan terwujud pada 2021. Pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung saat ini diperkirakan semakin membaik di tahun depan.
 
Pada 2021, perekonomian global diperkirakan tumbuh di kisaran lima persen setelah diproyeksi terjadi kontraksi 3,8 persen pada tahun ini. Sinyal pemulihan terlihat dari perbaikan ekonomi di berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), didukung stimulus fiskal dan moneter serta mulai meningkatnya mobilitas dan aktivitas perekonomian.
 
"Ketidakpastian pasar keuangan global mereda, aliran modal asing mulai masuk ke negara emerging market, didorong melimpahnya likuiditas global dan rendahnya suku bunga negara maju. Tekanan nilai tukar dari dolar AS juga menurun," ungkap Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia secara virtual, Kamis, 3 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam negeri, perekonomian nasional membaik dengan pertumbuhan diprediksi berada di kisaran 4,8 persen hingga 5,8 persen pada 2021. Sinyal pemulihan ekonomi RI sudah mulai terjadi sejak kuartal III-2020 dan terus membaik hingga akan menembus angka positif pada kuartal IV-2020.
 
Pertumbuhan ekonomi meningkat di seluruh daerah didukung kenaikan ekspor imbas perbaikan ekonomi global, konsumsi dengan stimulus belanja sosial dari pemerintah, investasi dengan stimulus belanja modal, investasi swasta dengan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, dan meningkatnya mobilitas manusia dengan vaksinasi.
 
Perry yakin tingkat inflasi rendah di bawah dua persen pada 2020 dan terjaga pada sasaran tiga plus minus satu persen pada 2021, dengan masih relatif lebih lemahnya permintaan, terjaganya ekspektasi inflasi, stabilitas rupiah, serta kredibilitas kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi (TPI) di pusat maupun di daerah.
 
"Nilai tukar rupiah stabil dan cenderung menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan masuknya aliran modal asing. Rupiah secara fundamental masih undervalue dan berpotensi menguat dengan rendahnya inflasi defisit transaksi berjalan, tingginya imbal hasil hasil investasi, dan menurunnya premi risiko Indonesia," paparnya.
 
Cadangan devisa Indonesia meningkat, stabilitas eksternal terjaga, neraca pembayaran surplus, dan defisit transaksi berjalan rendah di bawah 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020 dan sekitar 1,5 persen PDB pada 2021.
 
Kemudian stabilitas sistem keuangan juga terjaga, intermediasi perbankan akan membaik, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh, dan penyaluran kredit akan meningkat di kisaran tujuh persen hingga sembilan persen pada 2021.
 
"Ekonomi dan keuangan digital meningkat pesat. Pada 2021, nilai transaksi e-commerce akan mencapai Rp337 triliun, uang elektronik Rp266 triliun, dan digital banking mencapai lebih dari Rp32 ribu triliun," tutup Perry.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif