Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu

Sri Mulyani: Apapun Kita Lakukan untuk Menyelamatkan Warga dan Perekonomian

Ekonomi Virus Korona Sri Mulyani pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional dampak ekonomi covid-19 PPKM Darurat
Husen Miftahudin • 24 Juli 2021 19:54
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi covid-19 menjadi sebuah tantangan yang luar biasa. Tak hanya mengancam jiwa manusia, pagebluk tersebut juga mengoyak perekonomian suatu negara.
 
Semua negara di dunia dipastikan menggunakan instrumen kebijakannya untuk bisa menangani pandemi covid-19, dampak sosial ekonomi, serta keuangan negara. Pandemi covid-19, sebutnya, merupakan tantangan luar biasa yang membutuhkan respons kebijakan yang extraordinary.
 
"Kami di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merespons (covid-19) dengan 'whatever it takes'. Apapun kita lakukan untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian Indonesia, dan itu berimplikasi kepada defisit APBN," ujar Sri Mulyani dalam sebuah acara yang digelar virtual, Sabtu, 24 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bendahara negara itu mengungkapkan bahwa APBN harus menjawab banyak tantangan di masa pandemi baik untuk meningkatkan anggaran di bidang kesehatan, bantuan sosial (bansos), membantu masyarakat, membantu daerah, dan menjaga perekonomian.
 
"Hal ini terjemahannya adalah suatu beban APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang luar biasa," jelasnya.
 
Sebelumnya Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah akan menambah anggaran bantuan sosial di tengah perpanjangan PPKM darurat di Jawa-Bali hingga 25 Juli 2021. Di antaranya adalah program Prakerja dan Bantuan Subsidi Upah dengan tambahan anggaran sebanyak Rp10 triliun.
 
Selain itu, pemerintah memperpanjang dua bulan program Kartu Sembako (Juli-Agustus) dengan alokasi tambahan anggarannya sebanyak Rp7,52 triliun. Pemerintah juga menambah anggaran untuk program Bantuan Beras Bulog selama PPKM darurat sebesar Rp3,58 triliun.
 
Pemerintah juga memperpanjang durasi diskon listrik dari enam bulan menjadi sembilan bulan hingga Desember 2021 dengan tambahan alokasi anggaran sebesar Rp1,91 triliun. Bantuan rekening minimum, biaya beban/abonemen juga diperpanjang durasinya, dari enam bulan menjadi sembilan bulan hingga Desember 2021. Sasaran penerimanya sebanyak 1,14 juta pelanggan dengan tambahan dana sebesar Rp420 miliar.
 
Subsidi Kuota juga diperpanjang hingga Desember 2021 dengan tambahan anggaran sebanyak Rp5,54 triliun untuk sasaran 38,1 juta siswa dan tenaga pendidik. Adapun alokasi sebelumnya sebesar Rp3,0 triliun, sehingga total anggarannya menjadi Rp8,53 triliun.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif