Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/Pius Erlangga)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/Pius Erlangga)

Sri Mulyani: Kelola Uang Negara Banyak Godaannya

Ekonomi sri mulyani kementerian keuangan ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 21 Maret 2019 13:34
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan banyak godaan dalam mengelola keuangan negara. Di satu sisi anggaran yang keluarkan pemerintah bisa jadi solusi, tetapi di waktu bersamaan uang bisa menjadi sumber celaka jika tidak dikelola dengan baik.
 
"Banyak orang mudah tergoda uang. Salat rajin, naik haji ada, umrah sering, puasa Senin-Kamis, waktu lihat uang lupa semua itu," kata dia, dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Dirinya menambahkan manusia mudah tergoda dengan uang yang banyak. Oleh karena itu dibutuhkan pengawasan yang baik agar kelemahan penyelewengan keuangan negara bisa diantisipasi. Bahkan sistem pengawasan keuangan dibuat dalam beberapa lapis.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama dalam internal organisasi itu lah aparat internal, biasanya namanya inspektur jenderal (irjen). Kalau yang besar kita punya irjen. Sebenarnya the first of defense adalah dirinya sendiri," jelas dia.
 
Setelah dilakukan pengawasan internal, lanjutnya, kemudian masih ada pengawasan yang dilakukan oleh pihak lain di luar kementerian/lembaga. Sayangnya, pengawasan ini sering kali tidak disukai oleh manusia tidak hanya di Indonesia tetapi oleh manusia di seluruh dunia.
 
"Kalau sudah jadi pejabat makin tinggi, jabatannya makin enggak suka diawasi. Jadi sebetulnya ujian manusia paling besar dirinya sendiri, bagaimana membuat sistem yang melengkapi kita untuk bisa kita diawasi," ungkapnya.
 
Untuk itu, pemerintah memiliki Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, maka dibentuk sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh.
 
"Kalau dia tidak anggap pentingnya irjen itu menandakan institusi lemah bahkan bobrok. Kalau pilih irjen orang yang enggak disukai, orang buangan itu tanda-tanda lebih jauh lagi. Jadi bagaimana organisasi memperlakukan APIP ini bisa memperlihatkan organsiasi berkualitas, bisa mencipta akuntabilitas tata kelola yang baik atau tidak," tutup dia.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif