Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

BI: Rp6,8 Triliun Aliran Modal Asing Dorong Penguatan Rupiah

Ekonomi rupiah menguat kurs rupiah
Husen Miftahudin • 11 Januari 2019 17:23
Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyatakan pegerakan nilai tukar rupiah sejak awal tahun hingga saat ini mengalami penguatan signifikan. Secara year to date (ytd) dari awal 2019, mata uang Garuda itu sudah terapresiasi sebesar 1,8 persen.
 
Dari sisi domestik, jelasnya, perbaikan pasar keuangan di dalam negeri mendorong investor berbondong-bondong memasukkan modalnya ke RI. Secara neto hingga pekan pertama Januari 2019, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sudah mencapai sebanyak Rp6,8 triliun.
 
"Dari sisi domestik mendorong inflow (aliran modal asing yang masuk ke RI) yang masih besar di ytd Januari ini. Neto dengan minggu pertama sekitar Rp6,8 triliun ekuivalen di semua instrumen, masuk melalui SBI (Sertifikat Bank Indonesia), SBN (Surat Berharga Negara), saham, obligasi korporasi, dan SBN syariah," ujar Dody di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dody yakin ruang penguatan mata uang Garuda ke depan masih terbuka lebar. Meski, bank sentral enggan menyebutkan level penguatan rupiah. Otoritas hanya memastikan akan terus menjaga fundamental rupiah.
 
"Kita enggak bicara level (penguatan rupiah). Intinya, BI akan terus menjaga fundamental rupiah," tegas dia.
 
Penguatan rupiah juga ditopang dari sisi eksternal. Dody menambahkan antisipasi berbagai negara terhadap perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok menghasilkan keputusan positif bagi pasar keuangan global.
 
Terlebih bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menyatakan akan mengambil kebijakan moneter yang tidak terlalu agresif (dovish) di tahun ini. "Artinya mereka masih menimbang untuk kenaikan Fed Fund Rate di tahun ini. Itu akan menenangkan pasar keuangan secara keseluruhan," beber Dody.
 
Meski kemungkinan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate masih akan terjadi di 2019. "Tapi memang secara frekuensi jumlahnya mungkin lebih kecil dari perkiraan di awal tahun," tutup Dody.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif